Bimbingan Teknis/Sosialisasi Kegiatan  Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Aren Di Simalungun

Tanaman aren disebut juga “emas hijau” merupakan salah satu jenis palma yang penyebarannya sangat luas di Indonesia. Walaupun saat ini sudah ada beberapa daerah yang mulai membudidayakannya, tapi umumnya tanaman aren masih tumbuh secara alami. Aren memiliki fungsi produksi menghasilkan berbagai komoditi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika diusahakan secara serius, karena seluruh bagian tanaman dapat diolah menjadi berbagai produk pangan dan non pangan.

          Usaha pengembangan atau pembudidayaan tanaman aren di Indonesia sangat memungkinkan, selain lahan-lahan tidak produktif masih luas, juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri seperti gula aren dan bioetanol, sekaligus meningkatkan pendapatan petani aren dan ikut melestarikan sumber daya alam serta lingkungan hidup. Budidaya aren dapat meningkatkan produktivitas tanaman dengan penggunaaan benih unggul dan pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara kontiniu.

        Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui dana APBD Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Aren. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini selain untuk peningkatan SDM petani aren dalam budidaya tanaman aren yang baik dan benar juga agar produksi dan produktivitas tanaman aren di Kabupaten Simalungun meningkat dengan memberikan informasi dan pemahaman kepada stakholders terkait tentang budidaya tanaman aren. Kegiatan ini dibarengi dengan bantuan benih tanaman aren genjah.

          Pelaksanaan Bimbingan Teknis/Sosialisasi pada tanggal 15 September 2022 bertempat di BPP Pamatang Sidamanik Desa Parmahanan Kecamatan Pamatang Sidamanaik dihadiri oleh Camat  Bapak Iqbal dan Kepala BPP Pamatang Sidamanik. Bimbingan Teknis/Sosialisasi diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari Kelompok Tani Parmahanan dan Petugas Kabupaten/Penyuluh Pertanian.

          Dalam kegiatan tersebut sebagai Narasumber adalah Penyuluh Pertanian Lismawati, S.Pt. M.Si dari Dinas Perkebunan Provinsi  Sumatera Utara dengan materi Penjelasan Teknis Pelaksanaan Kegiatan. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Bapak Darmawan Jaya Saragih dengan materi “Pemberdayaan Kelembagaan Petani”. PT. Sultan Aren Indonesi Bapak Ilham Sahputra  dengan materi Pembenihan dan Budidaya Tanaman Aren serta Succes Story (Kisah Sukses Bertanam Aren).

          Dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara mengingatkan kembali kepada kelompok tani agar dalam proses distribusi bantuan dimohonkan kerjasamanya supaya kegiatan distribusi dapat berjalan lancar. Bantuan benih aren genjah berasal dari sumber benih yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan yang diberikan harus dipergunakan sesuai untuk peruntukannya tidak boleh berpindah tangan atau dierjualbelikan. Pada saat pendistribusian bantuan setiap kelompok wajib menandatangani Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) dan apabila bantuan dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya maka menjadi tanggung jawab penerima kelompok tani.

          Dalam penjelasannya Bapak Darmawan Jaya Saragih menjelaskan kelompok tani yang sudah terdaftar dalam simluhtan wajib untuk mengupdate data anggota kelompok. Kelembagaan petani memiliki peran penting untuk memperkuat daya saing petani di era perdagangan bebas, melalui pembinaan penyuluh terhadap kelembagaan petani untuk terus mendorong petani anggota didalamnya menerapkan GAP-GHP, memperhatikan kualitas produk, dan memberikan jaminan mutu hasil pertanian. Pemerintah Kabupaten Simalungun sepenuhnya mendukung seluruh program kegiatan yang ada di Lingkup pemerintahan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khusunya petani/pekebun.

PT Sultan Aren Indonesia Bapak Ilham Sahputra menjelaskan Budi daya aren secara komersial juga bisa dilakukan secara tumpang sari tanpa menimbulkan persaingan dengan tanaman pangan lainnya. Salah satu varietas aren yang cocok untuk dibudidayakan yaitu Aren Genjah Kutim. Tidak seperti aren tipe dalam yang mulai berproduksi saat tanaman berusia 10 tahun, varietas genjah kutim dapat mulai berproduksi lebih cepat yaitu saat tanaman berusia sekitar 5-6 tahun. Dari segi bisnis, karakter cepat menghasilkan tersebut sangatlah menguntungkan. Ada sekitar 65 produk yang dihasilkan dari tanaman aren mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah dengan target pasar dari dalam dan luar negeri.