EKSPEDISI JELAJAH KAPUR PAKPAK BHARAT

Siapa yang tak mengenal kapur barus. Ternyata kawasan hutan kayu kapur banyak terdapat di Kecamatan Pagindar Kabupaten Pakpak Bharat. Pada tanggal 3 Juli 2022 rombongan tim peneliti dan tenaga ilmiah serta tim dari Dewan Rempah Indonesia Sumatera Utara, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dan OPD lainnya bertolak dari Kantor Bupati Pakpak Bharat dengan mengambil rute Salak-Lagan-Pagindar dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim. Rombongan tim ekspedisi diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Bapak Franc. Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Bapak H. Mutsyuhito Solin.

Dewan Rempah Indonesia Sumatera Utara yang hadir pada ekspedisi ini antara lain Dr. Ir. R. Sabrina M.Si sebagai Dewan Pakar dan Ir. Lies Handayani Siregar, M.Si Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara selaku wakil ketua sangat mendukung pelestarian tanaman kapur yang tumbuh di Kecamatan Pagindar. Kapur merupakan rempah yang berbentuk kristal berwarna putih, sedikit transparan, dan memiliki aroma yang khas dan kuat. Kristal putih itu diperoleh dari batang pohon kapur (Dryobalanops aromatica) dan Cinnamomum camphora.

Sejak abad ke-9, khasiat kapur sebagai obat sudah disebutkan beberapa kali dalam naskah Ramayana versi Jawa. Dalam kadar tertentu, kapur dapat diminum untuk mengobati gangguan asam lambung, usus halus, dan perut besar. Jika dijilat dan ditelan sedikit, kapur dapat menghangatkan badan. Selain itu bisa juga digunakan untuk mencegah serangga di lingkungan tempat tinggal kita.

Ekspedisi ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan hutan kapur dan kemenyan menuju geopark Internasional yang dibentuk atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Universitas Negeri Medan. Turut hadir dalam tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang meneliti manfaat kapur dan kemenyan yang ada di Pakpak Bharat. Ribuan pohon kapur dan kemenyan memang masih tersimpan dikawasan ini dan diprediksii akan mengalami kepunahan bila tidak dijaga dan dilestarikan sejak saat ini. Lokasi lokasi ini akan kita jadikan sebagai kawasan dan destinasi wisata alam, pohon-pohon kapur ini akan kita lestarikan dan jaga

Bupati Pakpak Bharat berharap dengan adanya kerjasama ini, akan bisa lebih mengangkat serta menambah nilai ekonomi masyarakat kita, dimana kita ketahui bersama dari sejak lama bahwa kayu kapur dan kemenyan dari Pakpak Bharat sudah dikenal dunia sejak ribuan tahun lalu, ini bisa dibuktikan dengan adanya jejak perdagangan kuno di Barus dengan komoditi perdagangan utama berupa Kapur, kemenyan, ombil dan sebagainya yang nota bene berasal dari Pakpak Bharat saat ini

Pada kegiatan ini turut bersama Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Ketua Pokja Bunda Paud Pakpak Bharat, Prof. Sri Minda Murni, MS, sejumlah peneliti dan tenaga ilmiah dari  berbagai Universitas di Sumatera Utara, Dewan Pakar dan Sekretaris Dewan Rempah Sumatera Utara juga hadir  Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara jurnalis dan wartawan serta sejumlah undangan lainnya.