Kunjungan Kerja Direktur Jenderal Perkebunan di Disbun Sumut

Harga Tandan Buah Segar (TBS) masih bergejolak hingga kini. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan sigap tinjau langsung ke lapangan, bersama gugus tugas lakukan monitoring harga pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun di beberapa sentra kelapa sawit Sumatera Utara.

Tim yang dipimpin langsung oleh Andi Nur Alamsyah selaku Dirjenbun yang baru saja beberapa hari yang lalu dilantik, melakukan monitoring dan pengawasan terhadap penetapan harga TBS petani dan juga pembinaan perizinan usaha perkebunan. Kunjungan Dirjenbun di Sumatera Utara juga didamping oleh Kepala BBPPTP Medan Agus Hartono, Direktur Perlindungan Perkebunan sekaligus Plt Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Baginda Siagian dan Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Hendratmojo Bagus Hudoro beserta jajaran Ditjen Perkebunan yang disambut langsung oleh kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Lies Handayani Siregar didampingi Nazli Sekretaris Dinas Perkebunan serta para jajaran pejabat administrasi dan fungsional lainnya. Hadir juga para kepala dinas yang membidangi perkebunan kabupaten sentra kelapa sawit. Pertemuan dilaksanakan di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara pada hari Kamis, 8 Juli 2022.

Direktur Jendral Perkebunan menjelaskan “Direktorat teknis harus mempersiapkan langkah dan prediksi yang akan terjadi ke depannya agar kebun yang ada saat ini bisa meminimasilir dampak dampak negatif yang akan terjadi. Perlunya memperkuat  sinergitas antara Kabupaten, Provinsi dan juga Pusat dalam menghadapi penurunan harga TBS yang sampai saat ini menjadi permasalahan dan momok menakutkan bagi para petani kelapa sawit. Beliau berharap kita harus bisa menjadi penyaring dan penghambat berita hoax di tengah tengah masyarakat dengan tidak saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya tapi mencari solusi bersama karena banyak pihak yang memanfaatkan hal-hal ini untuk memprovokasi masyarakat.

Ditambahkan oleh beliau bahwa Ditjenbun akan terus berusaha dan terus menjalin komunikasi terkait harga TBS yang terus jatuh ke semua pihak terkait, juga termasuk pihak media maupun kelompok tani. Dirjenbun selanjutnya akan melaksanakan kunjungan langsung ke PKS yang ada di Sumtera Utara. “Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kemitraan yang harmonis saling memberikan dukungan diantara perusahaan perkebunan dengan pekebun demi kesejahteraan bersama,” ujar Baginda Siagian.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi kelompok tani selaku pekebun, adalah perolehan harga hanya di tingkat suplier, bukan di tingkat PKS.  

Dengan berbagai kendala yang dihadapi tersebut, pemerintah mendorong masyarakat pekebun untuk membentuk kelembagaan dan bermitra dengan PKS, sehingga hasil produksi pekebun dapat memperoleh jaminan pasar dan kepastian harga berdasarkan ketetapan pemerintah. Selain itu, perusahaan perkebunan juga dapat memperoleh jaminan mutu hasil yang maksimal.

Kepala Dinas Perkebunan menambahkan, jajaran Dinas perkebunan Provinsi Sumatera Utara siap menjadi mediator dan menahan isu negative tentang sawit di Sumtera Utara dan mengajak semua instansi yang membidangi perkebunan kabupaten untuk terus aktif menjadi penengah di kabupaten masing-masing dengan merespon semua hal–hal negative yang berkembang di masyarakat dengan membina tata kelola kelapa sawit yang baik dan benar.

Beliau juga menambahkan Sumatera Utara juga siap mendukung pengembangan Varietes Lokal dan andalan Sumatera Utara yaitu gambir dan Andaliman untuk mejadi komoditas andalan di Sumatera Utara.