Kunjungan Kerja Dprd Provinsi Riau Dan Dprd Pakpak Bharat Dalam rangka Konsultasi Dan Koordinasi Pelaksanaan Program PSR di Sumut

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara kembali menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Riau dan DPRD PakPak Bharat, Jumat 03 Juni 2022 di Aula Lt II Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dan kali ini kedua tim dari berbagi daerah bersatu datang hadir sepakat dengan satu tujuan untuk konsultasi dan Berkoordinasi dengan Pejabat-pejabat yang ada di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara.

Pada kesempatan tersebut pertemuan dipimpin langsung Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Ir. Nazli, M.MA beserta beberapa Eselon III dan Fungsional lingkup Dinas Perkebunan Administrator Prasarana dan Sarana Banua Pane, SP, M.Si, Administrator UPT Benih Induk Tanaman Perkebunan Mereksa Benamuli Ginting,STP.MP, Administrator Produksi dan Pengembangan Ir. Sugih Prihatin, M.Si, Fungsional Perencana (Pengawas subbag Program, Akuntabilitas Informasi dan Publik) Junaidi, SE. dan Penyuluh Pertanian Lismawati, S.Pt, M.Si dalam rangka Konsultasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Pada pertemuan ini DPRD Provinsi Riau dihadiri Zulfi Mursal, SH Selaku Koordinator DPRD Provinsi Riau bersama tim dari DPRD Provinsi Riau, dan DPRD PakPak Bharat dihadiri Marido Padang Selaku Ketua Komisi II DPRD PakPak Bharat, Elson Angkat, SS Selaku Wakil Ketua DPRD PakPAk Bharat bersama Tim dari DPRD PakPak Bharat. Adanya kunjungan ini di minta agar berbagi ilmu mengenai program Peremajaan Sawit Rakyat yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang mana bisa membantu masyarakat  dan kelompok tani bidang Perkebunan komoditi Kelapa Sawit yang ada di Provinsi Riau dan Kabupaten PakPak Bharat.

Sistem/ tata cara dalam keikutsertaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang tebaru dimana dalam pembinaan, pemberian pelayanan dan pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit harus mengikuti aturan mendaftar melalui Kelembagaan/Kelompok Tani terdiri dari 20 Orang yang memiliki luas lahan minimal 50 Ha dengan masing-masing orang memiliki luas lahan Maksimal 4 Ha/orangnya ujar “Banua Pane”.