Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Provinsi Riau “Koordinasi dan Diskusi Program Peremajaan Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Utara”

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Kembali Menerima kunjungan Kerja dari  Komisi III DPRD Provinsi Riau  pada hari Jumat  18 Februari 2022 yang dipimpin langsung Oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Ibu Ir. Lies Handayani Siregar, M. MA. Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi III ini didampingi Langsung Oleh  Wakil Ketua Peremajaan Kelapa Sawit  Bapak Banua Pane, Koordinator Peremajaan Kelapa Sawit  Bapak  Sugih Prihatin Kasubbag Umum dan Kepegawaian  ibu Yeni Melinda dan tim yang terkait pada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara.

Pertemuan Kunker ini dilakukan di Aula Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dengan Agenda terkait program-program peremajaan kelapa sawit Dinas Perkebunan untuk Masyarakat khususnya Pencapaian dan juga program – program lain yang berhubungan dengan kelapa sawit dan Diskusi terkait Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang sedang berjalan pada saat ini.

Hadir dalam pertemuan ini Sebagai Kordinator Husaimi Hamidi , Ketua Komisi III  DPRD  Riau ,  Sofyan sury , Lampita Pakpahan  sebagai Anggota Komisi III, Sugeng Pranoto sebagai Anggota Komisi III, . Zulhayati   sebagai Staff Komisi III, Fatimah  Sebagai Staff komisi III, Kusnadi sebagai  staff Komisi III Wandi Sebagai Staff Ahli dan Febriko zulkarnain  sebagai Protokol DPRD Provinsi Riau.

Kepala Dinas Perkebunan menyampaikan program PSR untuk Sumatera Utara sudah dimulai sejak tahun 2017-2020 dengan target pencapaian mencapai 1484 H. Ibu Lies Handayani menyampaiakan bahwasanya sekarang peraturan dan regulasi yang ada semakin semakin di perketat agar tidak terjadinya penyimpangan penggunaan Anggaran PSR di masyarakat  dan kelompok tani diwajibkan untuk melakukan pengajuan secara mandiri dan berbasis Online. Ditambahkan juga oleh bapak Sugih jika terjadi maslah-masalah terkait PSR dilapangan untuk dapat dan evaluasi sebagai catatan kita Bersama dan beliau juga mengatakan bahwa perlunya dilakukan pelatihan kepada petani agar lebih faham tetang mekanisme dan juga regulasi PSR itu sendiri agar tidak adanya temuan BPK dilapangan dan juga terkait pengambilan titik kordinat terkait Kawasan agar tau bahwa Kawasan tersebut bukan Kawasan hutan ataupun Kawasan yang bermasalah. Saat ini selain PSR dinas perkebunan juga memberi bantuan terhadap petani berupa bantuan Benih, Pupuk dan juga obat-obatan. Saat ini dinas perkebunan juga berusaha membantu para petani dalam pembentukan PKS mini dengan syarat minimal luas lahan mencapai 2500 H.
 

Lebih lanjut Husaimi Hamidi  menyampaiakan apresiasi sebesar – besarnya atas jamuan dan sambutan oleh dinas perkebunan yang luar biasa, beliau juga berharap semoga Dinas Perkebunan Tidak Bosan dalam menerima kunjungan kerja anggota DPRD Riau Khususnya karena kedepannya DPRD Riau akan Lebih sering berkunjung ke dinas perkebunan Provinsi sumatera Utara. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumatera Utara dan Riau  khususnya dan juga untuk mensukseskan Program Pemerintah dalam menjadikan petani Indonesia lebih baik lagi