MELALUI UPT PERBENIHAN DINAS PERKEBUNAN KEMBALI MENYALURKAN BENIH UNGGUL KOPI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA

Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang berasal dari Benua Afrika, tepatnya dari negara Ethiopia, pada abad ke-9 suku Ethiopia memasukkan biji kopi sebagai makanan mereka yang dikombinasikan dengan makanan-makanan pokok lainnya, seperti daging dan ikan. Tanaman ini mulai diperkenalkan di dunia pada abad ke-17 di India. Selanjutnya, tanaman kopi menyebar ke Benua Eropa oleh seorang yang berkebangsaan Belanda dan terus dilanjutkan ke negara lain termasuk ke wilayah jajahannya yaitu Indonesia.

kabupaten karo

Dalam rangka menghasilkan bibit kopi yang baik diperlukan kualitas benih yang baik. Kualitas benih dapat dilihat dari viabilitas dan vigor benih. Viabilitas benih adalah daya hidup benih yang dapat ditunjukkan melalui gejala metabolisme dan atau gejala pertumbuhan, selain itu daya kecambah juga merupakan tolak ukur parameter viabilitas potensial benih. Pada umumnya viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi kecambah.

Dalam rangka memotivasi petani untuk peningkatan kompetensi SDM dan peningkatan produksi dan produktivitas tanaman Kopi Arabika  di Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan  fasilitasi bantuan benih unggul kopi dalam rangka mendukung pengembangan kawasan agrowisata di Sumatera Utara di 3 (tiga)  Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yaitu Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Samosir. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan menyurati Kabupaten untuk permintaan  proposal  Cp/Cl selanjutnya Identifikasi Cp/Cl, dan verifikasi Cp/Cl kemudian melakukan sosialisasi/ bimtek dan tahapan selanjutnya melakukan distribusi barang kepada kelompok tani.

kabupaten Mandailing Natal

            Distribusi  Barang berupa benih kopi arabika, pupuk kandang/organic dan pohon pelindung  yang dilaksanakan pada 3 (tiga)  kabupaten antara lain  :

 Kabupaten Mandailing Natal Distribusi dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober 2021 dengan  jumlah benih sebanyak 50.000 Batang, pohon pelindung sebanyak 10.000 batang kemudian distribusi pupuk kandang/organik dilaksanakan pada tanggal 08 Juli 2021 sebanyak 25.000 Kg untuk 3 kelompok Tani Penerima bantuan yaitu Setia, Hutagodang, dan Aek Jarung I  yang tersebar di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Ulupungkut.

Kabupaten Samosir

Kabupaten Samosir Distribusi dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021 dengan  jumlah benih sebanyak 80.000 Batang, pohon pelindung sebanyak 16.000 batang kemudian distribusi pupuk kandang/organik dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2021 sebanyak 40.000 Kg untuk 12 kelompok Tani Penerima bantuan yaitu dostahi, marsada, saroha, dostahi, mardongan, melati, saoloan, sandang pangan, saurdot, satahi, sederhana dan kelmpok tani matio yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Rongurnihuta, Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Harian.

Kabupaten Karo Distribusi dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober 2021 dengan  jumlah benih sebanyak 20.000 Batang, pohon pelindung sebanyak 4.000 batang kemudian distribusi pupuk kandang/organik dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2021 sebanyak 10.000 Kg untuk 4 kelompok Tani Penerima bantuan yaitu hidup baru, juma kinepen, juma palapinto, dan Kelompok tani talin suki yang tersebar di 1 (satu) kecamatan yaitu Kecamatan Merek.