Budidaya Kopi di Kebupaten Tapanuli Selatan Bersama Kelompok Tani Bersama

Kopi merupakan salah satu komoditas penting didalam perdagangan dunia yang melibatkan beberapa negara produsen dan banyak negara konsumen. Selama 10 tahun terakhir volume perdagangan kopi dunia dalam bentuk ekspor terus meningkat rata-rata 1.8 % pertahun, dan volume perdagangannya mencapai 4.99 juta ton pertahun. Sejarah mencatat penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan bangsa Ethopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi Kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling popular didunia yang dikonsumsi oleh berbagi kalangan masyarakat.

Disamping rasa dan aroma yang menarik, kopi juga dapat menurunkan resiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu dan berbagai penyakit jantung. Meskipun bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini merupakan tanaman penting dalam industry perkebunan di Indonesia. Area Perkebunan kopi di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020 seluas 95,477 Hektar yang terdiri dari jenis Arabika seluas 77.834 Hektar dan juga Robusta seluas 17.643 Hektar dan produksi pada tahun 2020 sebesar 76,597 Ton yang terdiri dari Arabika Sebanyak 67469 Ton dan Robusta 9.128 Ton.

Melihat peluang yang begitu besar Kelompok tani (Poktan) Bersama  Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan pengembangan usaha yang bekerja sama dengan pesantren Pesantren Darul Mursyid (PDM) yang terkait untuk mengembangkan kopi dengan melakukan pemanfaatan Kawasan hutan sosial yang juga program yang lagi digencarkan oleh pemerintah provinsi sumatera utara. Dengan memanfatkan program Agroforestry kelompok tani Bersama mendapatkan bantuan bibit benih kopi sebanyak 320.000 Benih Kopi jenis varietas Sigararutang dan Pupuk Organik sebanyak 320.000 kg. Program  Agroforestry adalah program / sistem usaha tani yang mengkombinasikan antara tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan untuk meningkatkan keuntungan serta memberikan nilai tambah. Dalam satu kawasan hutan terdapat pepohonan baik homogen maupun heterogen yang dikombinasikan dengan satu atau lebih jenis tanaman pertanian.

Riki Ardiansyah Hasibuan  selaku Sekretaris Kelompok tani Bersama Desa Sidapdap Kabupaten Tapanuli Selatan mengatakan, pada tahun 2021 Pemprovsu melalui Dinas Perkebunan telah menyalurkan bantuan bibit kopi Sigara rutang sebanyak 320.000benih kopi dan pupuk organik sebanyak 320.000 kg. Beliau juga menyampaiakan Apresiasi  sebesar-besarnya kepada Dinas Perkebunan (Disbun ) Sumut. Pasalnya, para petani sudah merasakan manfaat yang sangat besar berkat bantuan benih kopi dari Dinas Perkebunan Sumut.

Setelah kami menerima bantuan bibit sebanyak 320.000benih kopi, Benih – benih tersebut dirawat dengan baik ditempat penangkaran bibit kemudian mulai di sebar di lahan hutan yang merupakan Hutan Sosial guna mendukung program pemanfatan hutan sosial sebagai sektor produksi perekonomian masyarakat sekitar,” Sebutnya.

Dikatakan Bapak Riki Hasibuan yang juga ahli kopi, poktan Bersama ada sekitar 91 KK yang aktif dalam melakukan program penanaman bibit kopi bantuan dari Dinas Perkebunan Sumut. Beliau mengatakan sudah banyak mendapat dan mempelajari tentang kopi baik dari pelatihan langsung maupun dari media Online. Dengan demikian lebih memahami tentang pengolahan kopi mulai dari benih menjadi bibit hingga menghasilkan kopi yang baik saat panen.

Untuk  pengolahan benih kopi bantuan tersebut, katanya mulai dari penyemprotan hama, pembuatan lubang tanam, pemberian pupuk, pranet dan alalt-alat pendukung, tenaga ahli merupakan swadaya kelompok tani sendiri.

Kami akan merawat benih kopi ini seperti mengurus balita dan akan dikerjakan secara teliti dan tepat. Intinya harus bersabar, mulai dari benih di semai, diberi pupuk tanah hingga pemupukan,” tuturnya.

Ditambahkannya lagi, setelah dirawat benih kopi hasil bantuan ini nantinya akan di tanam di lahan hutan sosial seluas 200 Hektar yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai hutan produksi guna menunjang program Desa Agroforestry.

Secara terpisah , Kadisbun Sumut Ir. Lies Handayani Siregar, M.MA mengatakan bantuan 320.000benih kopi ke Kelompok Tani Bersama merupakan komitmen Sumatera Utara untuk mendukung dan mengembangkan produksi Kopi yang difasilitasi dana APBD satker Disbun Sumut, juga sejalan dengan Visi dan Misi Gubernur Sumatera Utara yaitu membangun desa menata kota.

Kepala dinas perkebunan juga menyampaiakan program Agroforestry 2021 saat ini dilaksanakan di kabupaten Tapanuli Selatan dan terpilihlah kelompok tani Bersama. Beliau berharap semoga dengan bantuan 320.000 bibit kopi ini nantinya bisa menambah produksi kopi di Sumatera Utara Khususnya dan membantu meningkatkan prekonomian masyarakat sekitar.