SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI (SITANTRI) KABUPATEN MANDAILING NATAL

Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang pesat juga inklusif dan berkelanjutan, agar dapat memberikan standar kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakatnya. Program Pertumbuhan Hijau terus melakukan upaya-upaya serius untuk memastikan pertumbuhan yang lebih hijau dan kemajuan yang lebih hijau tercemin dalam RPJMN. Prioritas ini mencerminkan kebutuhan pembangunan yang mendesak serta komitmen internasional negara Indonesia untuk mewujudkan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Sistem Pertanian Terintegrasi (SITANTRI) merupakan salah satu upaya mendukung Pertumbuhan Ekonomi Hijau dengan mengintegrasikan seluruh komponen usaha pertanian baik secara horisontal maupun secara vertikal, sehingga tidak ada limbah yang terbuang. Sistem ini sangat ramah lingkungan, mampu memperluas sumber pendapatan petani, dan pengelola usahatani. SITANTRI bertujuan untuk mendongkrak ekonomi petani dengan meningkatkan Nilai Tukar petani (NTP), terutama dalam masa pandemi covid-19, meningkatkan nilai tanah dan memadukan kegiatan pertanian mulai hulu sampai hilir.

          Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Mandailing Natal pada tanggal 28 Juni- 01 Juli 2021 dalam rangka finalisasi usulan kegiatan SITANTRI. Turut hadir beberapa OPD Provinsi lainnya antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sumber Daya air, Cipta Karya dan Tata Ruang serta OPD di Kabupaten.  Kegiatan diawali oleh Pertemuan di Kantor Bappeda Kabupaten Mandailing Natal dan dibuka oleh Kepala Bappeda didampingi oleh beberapa OPD Kabupaten yang terkait dengan Program SITANTRI.

Kriteria yang harus dipenuhi pada Program SITANTRI adalah : 1) Ketersediaan lahan yang mendukung dan dibagi dengan 2 pola yaitu pola kelompok minimal 2 Ha dan pola kawasan minimal 10 ha, 2) Mayoritas  penduduk adalah betani, 3) Status kemandirian kelompok kategori madya dan utama, 4) Memiliki potensi jenis komoditas spesifik lokasi, 5) Adanya UPTD dan penyuluh pertanian, 6) Memiliki kelembagaan kelompok tani, 7) Memiliki dukungan inftastruktur dan 8) memiliki dukungan permodalan dan pemasaran.

Usulan yang telah disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal kepada Bappaeda Provinsi Sumatera Utara ada 2 proposal yaitu  berpola kelompok di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara dengan integrasi tanaman pangan dan hortikultur, peternakan dan perkebunan (tanaman kelapa). Kelompok tani Anggrek berharap Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera dapat membantu benih tanaman kelapa genjah. Umumnya tanaman kelapa di desa Rumbio ditanam bersama tanaman pisang. Selain benih kelapa Kelompok tani Anggrek juga mengharapkan bantuan ternak sapi dan juga benih tanaman pangan lainnya serta peralatan pasca panen. Untuk pola kawasan diarahkan ke Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat dengan komoditas unggulan pepaya ditanam dilahan bekas tanaman karet yang cukup luas lebih dari 10 Ha. Pepaya dari Kabupaten Mandailing Natal memiliki ciri khas yang berbeda dengan pepaya lainnya dengan rasa yang manis dan warna yang cerah kemerahan. Kelompok tani Lestari telah merintis menanam pepaya semenjak Tahun 2017 dengan tenaga pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Kebutuhan lainnya yang disampaikan oleh Kelompok Tani Lestari antara lain rumah kompos, pengangkutan dan peralatan pasca panen lainnya.

Dalam mendukung program SITANTRI Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Ibu Lismawati, S.Pt. M.Si Kasi Tanaman Tahunan dan Penyegar mengalokasikan bantuan benih kopi siap tanam, tanaman pelindung lamtoro dan pupuk organik ke beberapa kabupaten termasuk kabupaten Mandailing Natal untuk Tahun 2022. Bantuan yang diberikan untuk memotivasi petani agar dapat menanam kopi dengan baik dan benar antara lain dengan menggunakan tanaman lamtoro PG 79 dan menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Untuk Kabupaten Mandailing Natal bantuan kopi belum dibutuhkan karena berdasarkan penetapan usulan lokasi SITANTRI di Desa Runding Kec. Panyabungan Barat dan Desa Rumbio Kec. Panyabungan Utara merupakan dataran rendah dengan ketinggian sekitar 400 mdpl tidak cocok untuk tanaman kopi arabika yang tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat diatas 1.000 mdpl.

Usulan permintaan bantuan yang diharapkan oleh kelompok tani di Desa Rumbio adalah benih kelapa genjah yang akan ditanam dengan tanaman pisang. Usulan ini akan ditindaklanjuti dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Harapan ke depan dengan program SITANTRI petani merasakan dampak peningkatan ekonomi terutama pada masa pandemi covid 19 ini.