PERTEMUAN SEKOLAH LAPANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN (SL-PPHP) KOPI

Kopi adalah komoditi unggulan Sumatera Utara yang merupakan salah sumber pendapatan petani pekebun di Kabupaten Samosir. Namun selama ini petani masih menerapkan pola pola yang lama dalam melakukan teknik budidaya, pasca panen sampai dengan pengiolahan sehingga produksi kopi petani masih kalah bersaing dengan penghasil kopi lainnya. Dalam meningkatkan pemahaman petani mulai dari budidaya sampai dengan pengolahan hasil kopi serta menggali permasalahan yang ada dalam pengembangan industry kopi skala kelompok tani maupun gabungan kelompok tani, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Kopi di Kabupaten Samosir.

Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Kopi  dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tanggal 23 Juni s/d 25 Juni 2021 bertempat di Desa Sitao tao Dusun 3, Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Bapak Viktor Sitinjak yang juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Bapak Ir. Zulkifli Annoor Hasibuan, M.Agr, Anggota DPRD Kab. Samosir Bapak Renaldi Naibaho, Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Ibu Dameria R. Saragih, SP, MM dan Narasumber merupakan orang yang ahli dibidangnya masing-masing antara lain dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia-Jember Bapak Andi Dharmawan, Ketua Lembaga MASPIGAS Sidikalang, Pimpinan Farmer Support Center Indonesia Sturbucks (FSC) Berastagi, Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Samosir. Ketua Kamar Dagang Indutri Samosir, Bank Rakyat Indonesia Cabang Samosir, serta Fasilitator Daerah Kabupaten Samosir.

Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Kopi dilaksanakan melalui metode belajar mengajar, Tanya jawab serta praktek di lapangan sampai dengan uji cita rasa kopi dari masing masing kelompok tani. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 50 (lima puluh) orang peserta yang terdiri dari  45 (empat puluh lima) orang Petani Kopi dari 7 Kelompok Tani dan 5 (lima) orang Petugas Kabupaten dari Dinas yang menangani Bidang Perkebunan. Melalui Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Kopi tersebut diharapkan petani mampu memghasilkan mutu kopi yang baik melalui penerapan teknik budidaya, pasca panen, pengolahan yang baik dan benar.