SEKOLAH LAPANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN (SL-PPHP) KARET

Karet merupakan salah satu komoditi unggulan Sumatera Utara, yang penyebarannya di beberapa kabupaten yang salah satu nya adalah Kabupaten Asahan. Mutu bahan olah karet rakyat (bokar) sangat menentukan daya saing karet alam Indonesia dipasar international. Dengan mutu bokar yang baik akan terjamin permintaan pasar jangka panjang. Mutu bokar yang baik dicerminkan oleh Kadar Kering Karet (KKK) dan tingkat kebersihan yang tinggi. Upaya perbaikan mutu bokar harus dimulai sejak penanganan lateks di kebun sampai dengan tahap pengolahan akhir

Untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam menghasilkan bokar bersih, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Karet yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni s/d 18 Juni 2021 di Kabupaten Asahan. Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Karet tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan Bapak A. Rasyid Tambunan, Pada pelaksanaan kegiatan tersebut turut serta Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Ibu Dameria R. Saragih, SP, MM beserta staf  dengan Narasumber dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ibu Ratna Sariati, Bapak Dani Arabi dari Bridgstone, Mochlisin Adriyanto, SP dari Balai Penelitian Karet Sei Putih, Zulfikar Syaram dari BRI Cabang Kisaran.

Sekolah Lapang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (SL-PPHP) Karet di Kabupaten Asahan dihadiri sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang petani penghasil karet serta 5 (lima) orang petugas lapangan. Metode pelaksanaan  dengan materi dan praktek di lapangan uaitu praktek teknik penyadapan tanaman karet di areal perkebunan karet milik PTPN III dan cara penggumpalan lateks.

.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pengertian kepada petani tentang pentingnya bokar bersih serta uapaya yang dilakukan dalam menghasilkan bokar bersih sesuai dengan standart mutu bokar yang diinginkan oleh pabrik crumb rubber jika ingin bermitra. Disamping itu kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali permasalahan yang ada di lapangan serta menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ada