SL-PHT TANAMAN KAKAO DI KABUPATEN ASAHAN

Penurunan kuantitas dan kualitas buah kakao diakibatkan oleh beberapa Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) penting diantaranya Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella , Kepik penghisap buah Helopeltis sp dan penyakit Busuk Buah Kakao yang disebabkan oleh Jamur Phytoptora palmivora.  Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khususnya tanaman perkebunan, maka cara pendekatan yang digunakan adalah melaksanakan pelatihan melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama

Terpadu (SL-PHT).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan SDM dalam menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu, menumbuhkembangkan motivasi petani untuk menjadi petani mandiri yang mampu menjadi manager dikebunnya sendiri. Sasaran kegiatan adalah peningkatan kuantitas dan kualitas tanaman kakao rakyat dan menumbuhkan tingkat kesadaran petani akan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam pengendalian OPT dan meningkatkan produksi.

Kabupaten Asahan

SL-PHT dilakukan 16 kali pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2021 di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kelompok Tani Sehati Kabupaten Asahan dan pada tanggal 9 Juni 2021 di Desa Sei Alim Hasak Kelompok Tani Jaya Tani Kecamatan Sei Dadap, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Kegiatan ini dipandu oleh pemandu lapang sebanyak 2 orang yaitu Petugas UPPT BBP2TP Kab. Asahan (Donna Pestaria Siagian, SP) dan Petugas UPPT BBP2TP (Alfarida Siringoringo, SP), petugas Kabupaten (Roidah Sitorus, SP), serta Kepala Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu.

Adapun alat/bahan pendukung yang diberikan kepada petani peserta adalah jaket, topi, sepatu boats per orang, jamur Beauveria bassiana, Trichoderma beserta bahan perbanyakan yaitu jagung sebagai bahan perbanyakan jamur Beauveria bassiana dan dedak untuk bahan perbanyakan Trichoderma. Selain itu bahan pendukung lainnya telah diberikan pada tahun anggaran sebelumnya antara lain dandang besar sebanyak 4 buah, knapsack sprayer 28 unit, jamur Beauveria 160 botol, gunting tarik gergaji 80 unit, cangkul 80 unit,  pupuk organik 108 kg, ember bulat besar 4 buah, triplek 4 lembar, plat seng 4 lembar,  terpal penjemur 4 unit, sarung tangan 80 pasang, tabung gas 4 unit, kompor gas 4 unit, jagung 8 kg, starter Trichoderma 120 kg, plastik kaca 8 kg, dedak 80 kg, dan pupuk NPK 120 kg.