SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI (SITANTRI) KABUPATEN DAIRI

Salah satu program pemerintah dalam mendukung perencanaan pertumbuhan ekonomi hijau adalah Sistem Pertanian Terintegrasi (SITANTRI) yang telah direncanakan pada Tahun 2019 dan berjalan Tahun 2020. Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke depan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata tetapi juga mempertimbangkan aspek linkungan dan sosial. SITANTRI bertujuan untuk mendongkrak ekonomi petani dengan meningkatkan Nilai Tukar petani (NTP), terutama dalam masa pandemi covid-19 denan mengintegrasikan semua subsektor agar meningkatkan nilai tanah dan memadukan kegiatan pertanian mulai hulu sampai hilir. NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.

.Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kunjungan lapangan pada tanggal 23-25 Juni 2021 bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka finalisasi usulan kegiatan SITANTRI bersama OPD Provinsi lainnya mengunjungi Kabupaten Dairi. Kegiatan diawali oleh Pertemuan di Kantor Bappeda Kabupaten Dairi dan dibuka oleh Sekretaris Bappeda yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi Bapak Dedy Sofyan Ujung. Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda Kabupaten Dairi mengharapkan kegiatan SITANTRI dapat terlaksana dengan baik dengan mengintegrasikan semua subsektor  baik perkebunan, peternakan , tanaman pangan dan hortikultur juga berkaitan dengan lingkungan hidup, sumber daya air , cipta karya dan tata ruang, perindustrian dan perdagangan serta lainnya, dengan mengedepankan pertanian yang berwawasan lingkungan. Dalam paparannya Bappeda Provinsi Sumatera Utara, bidang Perencanaan Ekonomi, Kemaritiman dan Sumber Daya Alam menjelaskan tentang pola pengembangan SITANTRI berdasarkan ketersediaan lahan yang dibedakan menjadi pola kelompok dengan luas lahan minimal 2 Ha dan pola kawasan dengan luas lahan minimal 10 Ha. Kriteria lainnya yang harus dipenuhi pada program SITANTRI antara lain status kemandirian kelompok kategori madya dan utama, memiliki potensi jenis komoditas spesifik lokasi, adanya UPTD dan penyuluh pertanian, memiliki dukungan inftastruktur dan dukungan permodalan dan pemasaran.

Komoditas spesifik di Kabupaten Dairi adalah kopi, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi telah mengajukan proposal yang ditujukan kepada Bappeda Kabupaten Dairi untuk Pengembangan Integrasi Tanaman Ruminansia Melalui Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman Kopi. Kebutuhan yang telah direncanakan antara lain untuk pembelian ternak sapi potong, pembuatan kandang, obat-obatan, mesin dan peralatan, bibit hijauan pakan ternak, benih kopi, pohon pelindung dan pupuk organik.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Ibu Lismawati, S.Pt. M.Si Kasi Tanaman Tahunan dan Penyegar menjelaskan dukungan Dinas Perkebunan untuk program SITANTRI yaitu mengalokasikan bantuan benih kopi siap tanam, tanaman pelindung lamtoro dan pupuk organik ke beberapa kabupaten termasuk kabupaten Dairi untuk Tahun 2022. Bantuan yang diberikan untuk memotivasi petani agar dapat menanam kopi dengan baik dan benar antara lain dengan menggunakan tanaman lamtoro PG 79 dan menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Usulan lokasi yang disampaikan melalui proposal Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi untuk pola kawasan adalah kelompok tani Pergas Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan dengan Ketua kelompok Bapak Jomson Sihotang, dalam kunjunga ke kelompok ini diterima langsung oleh Kepala Desa Bapak Japirin Sihotang. Verifikasi di lapangan kelompok tani Pergas telah melaksanakan penanaman kopi dengan baik dan benar sesuai dengan Good Agriculture Practice (GAP) dengan adanya tanaman penaung lamtoro PG 79, kondisi tanaman juga sangat baik dan menggunakan pupuk organik.

Lahan juga diintegrasikan dengan tanaman cabai merah dan telah memiliki kandang kambing sederhana. Kelompok tani ini siap untuk melaksanakan program SITANTRI dengan pertanaman baru mengingat lahan yang tersedia sangat mencukupi. Selain itu potensi agrowisata juga dapat dikembangkan di kawasan ini dengan pemandangan alam yang sangat indah dan iklim yang mendukung.

Sementara itu pelaksanaan SITANTRI untuk pola kelompok diarahkan kepada Kelompok Tani Sekawan Desa Pegagan Julu X Kecamatan Sumbul dengan Ketua Kelompok Bapak M. Simbolon. Lahan yang dikunjungi lebih kurang 2 Ha berupa hamparan dan bersedia untuk menerima benih kopi, lamtoro serta pupuk organik dalam rangka integrasi kopi dan ternak.