RAPAT KERJA PERSIAPAN PELAKSANAAN PROGRAM SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI (SITANTRI)

Rapat kerja persiapan pelaksanaan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (SITANTRI) dilaksanakan di Ruang Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Samosir pada tanggal 29-30 April 2021 dihadiri oleh Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perkebunan Provsu , Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara , Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Utara,   Bappeda Kabupaten Samosir,  Dinas Pertanian Kabupaten Samosir,  Dinas PUPR Kabupaten Samosir,   Dinas  Nakerkoperindag Kabupaten Samosir dan  Pemerintah Desa Tanjung Bunga.

Secara harfiah, sistem pertanian terintegrasi (SITANTRI) adalah pola pertanian yang saling mendukung antara satu komoditi dengan komoditi yang lainnya, sehingga biaya produksi dapat ditekan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan komoditi lainnya yang ditanam dan atau dikelola secara bersamaan dalam satuan lahan petani. SITANTRI berorientasi pada konsep sistem produksi tanpa limbah (zero waste production system). Pola pertanian terintegrasi muncul sebagai pilihan bagi petani, banyak dilatar belakangi oleh situasi lapangan yang membuat miris, terutama menyangkut nasib petani gurem yang mendominasi kelas petani di Indonesia ditandai dengan :

a). Kepemilikan lahan yang minim;

b). Akses atas sarana produksi pertanian yang sangat terbatas;

c). Akses atas permodalan usaha yang terbatas serta

d). Akses atas informasi dan pengetahuan seputar dunia pertanian yang juga terbatas.

Situasi yang serba minimalis tersebut telah menyebabkan tingkat kesejahteraan keluarga petani sulit terangkat. Dalam banyak kasus, keluarga petani kemudian banyak terjerat skema tengkulak yang semakin mengikis sumber daya dan asetnya. Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Kemaritian dan Sumber daya Alam,  Tarsudi, SP, M.Si menyatakan “Pola sistem pertanian terintegrasi bertujuan untuk mendongkrak ekonomi petani dengan meningkatkan Nilai Tukar petani (NTP), mengintegrasikan semua subsektor agar meningkatkan nilai tanah dan memadukan kegiatan pertanian mulai hulu sampai hilir”

Dalam pola pertanian terintegrasi, luasan lahan tidak selalu menjadi syarat mutlak sebagai jalan utama untuk mengatrol kesejahteraan petani, karena yang paling dibutuhkan justru kreatifitas dalam melihat potensi yang dimiliki dan memanfaatkannya dalam mata rantai simbiosis-mutualis (saling menguntungkan). Praktek orang tua di kampung-kampung yang banyak memanfaatkan unggas (bebek, ayam) sebagai solusi atas penanganan sampah sisa dapur, dan kotorannya dipakai untuk memupuk tanaman sayur di pekarangan adalah contoh konkrit dari pola pertanian terintegrasi dalam skala rumah tangga.

Bappeda Provinsi Sumatera Utara menyatakan melalui program Sitantri  “Pemerintah Provinsi pun bakal membentuk Kawasan Strategis Provinsi di dalam kawasan itu nanti sektor agrari menyatu dan terpadu, di satu desa akan ada tanaman perkebunan, tanaman pangan dan perternakannya”. Dinas Perkebunan merupakan subsektor utama di Kabupaten Samosir khususnya dalam mendukung pembangunan Agro Wisata Kopi di Sumatera Utara umumnya. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan Sitantri antara lain mayoritas penduduk bekerja dibidang pertanian, bergabung dalam kelompok tani/Gapoktan tingkat madya dan utama, adanya dukungan infrastruktur seperti jalan usaha tani, pasar dan lain lain, adanya dukungan dari jasa keuangan.

          Hasil rapat koordinasi dan survey lapangan untuk kegiatan Sitantri di Kabupaten Samosir antara lain :

  • Lokasi Perkebunan Kopi, Pariwisata, Peternakan, Agroforestri dan Perhutanan Sosial di Kawasan Pusuk Buhit Sitaotao Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Sumatera Utara.
  • Kawasan desa Agrowisata ini perlu ditetapkan melalui SK Bupati Kabupaten Samosir.
  • Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pertanian Kabupaten Samosir bersama sama mewujudkan agrowisata kopi dengan integrasi kopi-kambing ataupun integrasi kopi-lebah.
  • Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara siap untuk mendukung agrowisata kopi dengan Perhutanan Sosial.
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara akan melaksanakan mapping produk kopi agar dapat diterima sebagai komoditi ekspor, melaksanakan sekolah ekspor, membantu dalam pengemasan, pemasaran dan fasilitasi produk halal.

Demikian laporan Rapat kerja persiapan pelaksanaan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (SITANTRI), semoga bermanfaat.