Audiensi Koordinasi ASPEKPIR Dengan KADISBUN Sumatera Utara Berjalan Dengan Baik

Medan – ASPEKPIR (Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR) DPD 1 Provinsi Sumatera Utara melakukan Audiensi Koordinasi dengan Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara dan diterima langsung oleh Ibu Lishandayani dan di dampingi Seketaris Dinas perkebunan Nazli dan segenap kepala bidang, rabu (23/05/2021) Diruang Kerja Dinas Perkebunan Sumut  di jln RingRoad no 1 pasar lll medan.

Rombongan ASPEKPIR dipimpin oleh Syarifuddin Sirait selaku Ketua DPD Sumut dan di dampingi Seketaris Sofyan Manurung Dan Unsur Kepengurusan Provinsi Wilayah Lainya seperti Zakaria Rambe SH, Imam Mudin, Tausip Tanjung ST, Salman Sirait, Legimin Roy yang Juga dihadiri Oleh Dewan pengawas Aspekpir Sumut Zeira Salim Ritonga.

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara Lishandayani mendukung sepenuhnya kerja kerja ASPEKPIR DPD 1 Provinsi Sumatera Utara

Kadis menyatakan saat ini di masa pandemi Covid-19 kami selalu mensupport para petani agar pro aktif untuk mengambil peluang salah satunya adalah mensukseskan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) langkah tersebut diupayakan untuk menumbuh kembangkan perekonomian bagi petani kelapa sawit di tengah stuasi lesunya perekonomian terdampak covid.

Ketua ASPEKPIR “Syarifudin” menegaskan bahwa Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bertujuan untuk mereplanting pohon kelapa sawit tua atau yang tidak produktip dan menanam ulang untuk meningkatkan efektivitas masyarakat dengan adanya pendampingan dan dukungan dari kelompok ASPEKPIR Sumut kita berharap akan memberikan pengaruh besar bagi para petani, untuk dapat menyerap dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” ucapnya

Kemudian Seketaris ASPEKPIR Sofian Manurung mengatakan Petani yang mengikuti program PSR, dipastikan memenuhi aspek legalitas lahan. Sementara yang belum memenuhi dibantu penyiapan legalitasnya. Pelaksanaan peremajaan dilakukan dengan prinsip sustainability, antara lain, lokasi lahan yang sesuai, pembukaan lahan yang memenuhi kaidah konservasi, penerapan budidaya yang baik, pengelolaan lingkungan, kelembagaan. Untuk menjamin praktik yang berdasarkan prinsip sustainability, peserta program wajib untuk mendapatkan sertifikasi ISPO.

Zaira salim ritonga,menyampaikan,bahwa Aspekpir senantiasa siap,Mendukung,mengawasi program2 pemerintah yg berkaitan dgn Perkebunan kelapa sawit, bersama Kadisbun prop.sumut.
Dan menyambut baik program Beasiswa bagi anak-anak petani plasma yg kurang mampu.

Harapan,Kami dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR. (ASPEKPIR).DPD.1 SUMUT.Dengan Koordinasi,dan sinergitas bersama Disbun.propinsi,Para petani kelapa Sawit khususnya plasma,akan dapat tersahuti keluhanya,terutama dibidang Program sawit Rakyat PSR,yg sdg seksi di kalangan para pelaku sawit saat ini.dan kami berharap pula kelembagaan2 petani akan lebih kuat lagi,melalui kelompok tani,Koperasi maupun dlm bentuk Kemitraan dgn perusahaan besar yg ada dilingkunganya. (JS)