Food Estate di Humbang Hasundutan Mulai Menghasilkan

Petani food estate Humbang Hasundutan Sumatera Utara mulai panen

Hasil panen komoditas dari 215 hektare lahan food estate ini sebanyak 79,45 ton.

Di Kabupaten Humbang Hasundutan terdapat tiga area food estate dengan keseluruhan luas 785 ha yakni di Hutajulu 120,5 ha, di Desa Ria Ria 411,5 ha dan Parsingguran 253 ha. Namun, area yang dipergunakaan untuk ditanami komoditas Tahap I hanya 215 ha di Desa Ria Ria Kecamatan Pollung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Selasa 23 Maret 2021 bahwa pemerintah segera menambah dan mengembangkan lahan pertanian food estate ini hingga 1.000 ha. “Mimpi kita sampai dengan 2024 akan tercapai pertanian di sini hingga 20.000 hektare. Ini tidak mudah, namun dengan hasil kerja seperti ini dengan team work mulai dari bupati, gubernur, kementerian, dan masyarakat ini saya yakin akan berhasil,” kata Luhut. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pengembangan selanjutnya kawasan food estate ini masuk tahap II sesuai peta wilayah kepentingan (area of interest/AOI) seluas 1.591 ha. Hal ini tertuang dalam  Surat Keputusan Nomor 448 tersebut. Untuk Kabupaten Humbang Hasundutan, luas lahan food estate tahap II yang direncanakan adalah 747 ha dan 406,7 ha AOI area usulan kebun raya. Sehubungan dengan AOI, Bupati Humbang Hasundutan telah menyampaikan surat No. 600/HH/III/2021 tangal 5 Maret 2021 pada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merubah fungsi peruntukan kebun raya menjadi food estate. Luhut menjelaskan bahwa pengembangan lainnya adalah melakukan penelitian dengan harapan dalam waktu 2 tahun akan menghasilkan benih varietas yang cocok dengan kultur pertanian di Humbang Hasundutan. Luhut bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengapresiasi hasil panen komoditas di food estate Humbahas. Menurut Luhut, sekitar 70 persen dari hasil panen sudah di atas rata-rata nasional, sedangkan persentase gagal panen sekitar 12 persen dari luas lahan. “Hasilnya sangat baik, padahal ini baru tanaman pertama. Saya harapkan tanaman selanjutnya akan lebih bagus. Apa yang akan kita tanam di sini, komoditasnya adalah bawang putih, bawang merah, kentang, dan jagung karena Jagung di sini juga bagus,” ucap Luhut.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Lies Handayani Siregar dan kepala Organisasi Perangkat Daerah lainnya menambahkan bahwa hasil panen bawang merah di food estate ini pada pekan lalu mencapai 10 ton per hektare, sedangkan untuk kentang diperkirakan panen sebanyak 26 ton per hektare. Edy menyampaikan bahwa sepanjang 2020 Sumatera Utara mengalami surplus di beberapa komoditas, antara lain padi sebesar 4,2 juta ton, gabah kering giling 2,7 juta ton. Sementara itu, kebutuhan beras untuk Sumatera Utara hanya 1,8 juta ton. Surplus lainnya yakni pada jagung 147.000 ton dan cabai surplus 69.000 ton. Produksi bawang merah di Sumatera Utara tercatat defisit 36 persen dibandingkan dengan kebutuhan bawang merah tahunan. “Bawang merah kita defisit 36 persen atau 15.822 ton. Namun, untuk hasil bawang merah ini terus mengalami peningkatan hasil panen setiap tahunnya. Untuk masyarakat pada konsumsi bawang merah kita harus menyiapkan sebanyak 43.952 ton,” kata Edy Rahmayadi.

Program Food Estate merupakan program yang terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan. Tanaman kopi Sigararutang turut dibagikan kepada petani di kawasan Food estate ini sebanyak 13.000 batang. Kopi Sigararutang merupakan varietas unggulan Provinsi Sumatera Utara dengan potensi 800-2.300 kg biji kopi/ha (rata-rata 1.500 kg/ha) dengan umur ekonomis 20 tahun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa defisit ini bisa diatasi dengan memaksimalkan akses di kawasan-kawasan food estate Sumatera Utara. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyiapkan alat berat untuk pengadaan jalan dan jembatan dan diperkirakan rampung sebelum memasuki Ramadhan.