SEMINAR NASIONAL DENGAN TOPIK “KEMITRAAN : KUNCI SUKSES SEJAHTERAKAN PETANI KELAPA SAWIT”

 Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia memiliki peran sangat strategis dan penting. Keberhasilan ini bisa dicapai karena adanya kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit.

Sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia, sawit memiliki kontribusi besar di bidang perekonomian. Di antaranya ekspor dan kontribusi devisa, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri dan diolah menjadi produk-produk industri, pemerataan pembangunan ekonomi wilayah dan sebagai penerimaan negara.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan ada sekitar empat juta tenaga kerja yang terserap di sektor sawit, sehingga hal ini juga berperan penting dalam pengentasan kemiskinan.

Di samping itu, sawit juga berperan penting dalam pemerataan ekonomi wilayah, di mana kerap kali terjadi ketimpangan di Pulau Jawa dan luar Jawa khususnya wilayah Sumatera.

Pada hari Selasa dan Rabu tanggal 10-11 Maret 2020 bertempat di Hotel Grandika Setia Budi Medan dilaksanakan Pertemuan Seminar Nasional Dengan Topik KEMITRAAN :  KUNCI SUKSES SEJAHTERAKAN PETANI  KELAPA SAWIT”

.Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan kegiatan kebijakan pro rakyat dan juga bentuk perhatian pemerintah terhadap sub sektor perkebunan, Dalam sambutannya Ir. Herawati N M.MA yang mewakili Gubernur Sumatera Utara mengharapkan semoga dari hasil seminar ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan kontribusi terhadap kemajuan perkelapa sawitan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah perkelapa sawitan bahwa kelapa sawit pertama kali di tanam di Indonesia tahun 1948 di Kebun Raya Bogor sedangkan pengembangan kelapa sawit secara komersil dilaksanakan pada tahun 1911 di Tanah Itam Ulu oleh maskapai Oliepalmen Cultuur dan di pulau raja oleh maskapai Hulieries De Sumatera-Rcma. Beliau juga menambahkan pemerintah tentunya sangat concern terhadap  pengembangan komoditas kelapa sawit di tanah air. Kelapa Sawit saat ini merupakan komoditas strategis, mengingat perannya sebagai penghasil devisa terbesar dari non migas, sumber lapangan kerja, pembangunan ekonomi regional dan pemberantasan kemiskinan.

Dalam kemitraan petani dengan perusahaan dalam industri sawit ada tiga aspek yang menjadi kunci sukses kemitraan, yakni PIR BUN – PIR SUS – PIR TRANS – PIR KKPA . Dengan adanya kemitraan tersebut, petani diharapkan dapat lebih memperhatikan perbaikan kinerja yang telah dihasilkan.

Pola Kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dengan inti (BUMN/SWASTA) dan plasma (rakyat) bersinergi membangun kebun-kebun calon plasma, mempersiapkan,  membina kemampuan calon plasma, membimbing plasma dalam memelihara dan mengelola kebun serta menampung hasil kebun plasma. 

Pengalaman keberhasilan PIR khusus, PIR Lokal, maka dalam upaya pengembangan ekonomi daerah pemerintah mengkombinasikan pola PIR dengan program Transmigrasi yang dikenal sebagai PIR Transmigrasi (PIR TRANS)

Pola kemitraan perkebunan kelapa sawit merupakan kebijakan yang dibangun pemerintah untuk mensinergikan petani dengan korporasi (BUMN dan SWASTA) yang tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

 Kemitraan yang ada selama ini telah membawa revolusi sawit indonesia yang antara lain ditandai dengan peningkatan pangsa pasar sawit rakyat, mengantarkan indonesia menguasai pangsa pasar dunia, dan menggeser dominasi minyak kedelai.

Pin It on Pinterest