PROFIL KOMODITI TANAMAN TAHUNAN PERKEBUNAN KARET DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Karet  (Hevea brasilliensis) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki posisi cukup penting di Sumatera Utara. Hal ini dikarenakan komoditi karet merupakan sumber penerimaan daerah dari ekspor sehingga memiliki prospek yang cerah. Upaya peningkatan produktivitas usahatani karet terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya. Adanya issue harga karet dunia yang masih belum memberikan kabar gembira bagi petani mengakibatkan petani mulai mengganti tanaman karet dengan tanaman lain yang dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik. Namun demikian masih ada petani yang optimis karena untuk beberapa industri penggunaan karet alam merupakan bahan baku penting yang tidak dapat digantikan dengan karet sintetis misalnya industri otomotif dan militer.

Sejumlah lokasi di Sumatera Utara memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet diantaranya Kabupaten Mandailing Natal, Langkat, Padang Lawas Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Luas area tanaman karet tahun 2015 tercatat mencapai 589.184,85 hektar sementara untuk tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 1,60 % atau menjadi 561.035,19 hektar.

Apabila dilihat dari sisi produksi maka produksi karet Sumatera Utara pada tahun 2015 mencapai 559.594,84 ton sementara tahun 2018 mencapai 547.298,86 ton atau turun sebesar 0,73 %. Produksi karet tertinggi dihasilkan oleh perkebunan rakyat dimana produksi perkebunan rakyat mencapai sekitar 56,60 % dari total produksi Sumut. Sisanya atau sebesar 43,40 % merupakan produksi yang berasal dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) dan Perkebunan Besar Swasta Asing (PBSA).

Dengan memperhatikan peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet alam di masa yang akan datang, maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peremajaaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Guna mendukung hal ini, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara berupaya untuk memfasilitasi bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani untuk membiayai pemeliharaan tanaman secara intensif.