PROFIL KOMODITI TANAMAN TAHUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Sumatera Utara merupakan Provinsi penghasil komoditi perkebunan yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia. Komoditi hasil perkebunan  jenis tanaman tahunan yang paling penting dari Sumatera Utara adalah kelapa sawit dan karet. Potensi ini secara merata terdapat hampir di seluruh wilayah Kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

1.     Kelapa Sawit

Sumatera Utara menjadi salah satu daerah penghasil terbesar komoditi Kelapa Sawit (Alaeis) dimana pertumbuhan luas areal selama 4 (empat) tahun terakhir mencapai 1,49 % per tahun. Menurut data statistik perkebunan luas areal kelapa sawit pada tahun 2015 mencapai 1.206.166,76 hektar dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 1.260.080,95 hektar.

Jika dilihat dari produksi kelapa sawit terutama dalam bentuk TBS maka pertumbuhannya selama 4 (empat) tahun terakhir mengalami trend positif yaitu mencapai 3,37 % per tahun dimana produksi TBS pada tahun 2015 mencapai 18.512.737,25 ton mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 20.393.407,72 ton.

perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Utara berada di Kabupaten Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Langkat dan Simalungun. Daerah tersebut sesuai dengan syarat tumbuh kembang yang baik bagi tanaman sawit, yaitu berada pada ketinggian di bawah 400 meter diatas permukaan laut dengan suhu optimal 25 – 27 derajat celcius. Selain itu Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, Mandailing Natal dan Deli Serdang merupakan kabupaten potensial untuk pengembangan kelapa sawit.

Dalam rangka mendukung pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan di Sumatera Utara telah di bentuk forum kelapa sawit berkelanjutan Indonesia provinsi Sumatera Utara (FOKSBI SUMUT). FOKSBI Sumut adalah forum dialog multi pihak sektor perkebunan Kelapa Sawit yang dikordinasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara. Bukti komitmen dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan pencapaian SDGs tertuang dalam SK Gubernur Sumatera Utara No. 118.44/343/KPTS/2018 tanggal 7 November 2018 Implementasi yang telah dilakukan yaitu dengan  tersusunnya rencana aksi provinsi (RAP-KSB) Sumatera Utara yang berisikan aksi aksi strategi dalam lima tahun kedepan (2019-2024).

Permintaan terhadap produk olahan kelapa sawit yang masih tinggi menyebabkan luas tanam areal perkebunan kelapa sawit terus meningkat. Hal ini juga diikuti dengan upaya peningkatan produksi per satuan lahan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui program/kegiatan intensifikasi. Selain itu dukungan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Sumatera Utara adalah upaya yang signifikan dalam rangka peningkatan produksi melalui kegiatan replanting terhadap tanaman tua yang memerlukan peremajaan. Oleh karena itu sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi sektor yang menjanjikan untuk kedepannya. Namun demikian faktor iklim yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit dan nilai jual TBS yang masih fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi para stakeholder yang bergerak di sektor ini. Diharapkan peran pemerintah daerah maupun pelaku usaha di bidang perkelapasawitan dapat lebih ditingkatkan lagi melalui koordinasi serta kerjasama yang efektif agar kesejahteraan petani kelapa sawit dapat meningkat.

Pin It on Pinterest