Pertemuan Pengawalan Dan Pendampingan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Tanah Karo

Kekayaan sumber daya alam Sumatera Utara yang melimpah perlu digunakan sebaik-baiknya dan dilestarikan untuk menjaga keseimbangan alam. Setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing, untuk itu tiap daerah harus memiliki pengakuan atas sumber daya alam tersebut untuk menghindari klaim dari pihak yang tidak diinginkan. Indikasi Geografis adalah sertifikasi yang dilindungi Undang-Undang atas produk dengan ciri yang khas dan hanya dihasilkan di wilayah geografis tertentu. Untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis pemohon harus memenuhi syarat dengan membuat uraian produk yang diajukan. Saat ini Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Tanah Karo (MPIG-KATK) telah mendaftarkan produk mereka ke Kementerian Hukum dan Ham Republik untuk mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis.

Dokumen deskripsi produk merupakan salah satu persyaratan dalam pendaftaran yang berisi tentang uraian proses pengolahan kopi, metode yang digunakan untuk menguji kualitas, faktor alam dan factor manusia yang mempengaruhi karakteristik dan kualitas kopi, batas wilayah yang tercakup Indikasi Geografis, label yang akan digunakan, serta sejarah dan tradisi terkait wilayah geografis yang diakui oleh masyarakat sekitar.

Dalam melakukan Pengawalan dan Pendampingan terhadap Indikasi Geografis Kopi Arabika Tanah karo, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan Pertemuan Pengawalan dan Pendampingan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Tanah Karo pada tanggal 16 Mei 2019 bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan pengawalan  terhadap Proses Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Tanah Karo. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara  Ir. Syahrida Khairani, M.MA. Narasumber pada pertemuan ini berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM dan  Tim Ahli Indikasi Geografis dan dihadiri sebanyak 50 (lima puluh) orang peserta yang terdiri dari anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis serta Petugas Dinas Pertenian Kabupaten Karo  

Pin It on Pinterest