PERTEMUAN PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN INDIKASI GEOGRAFIS (IG) KOPI ARABIKA SUMATERA SIMALUNGUN

Kekayaan sumber daya alam Sumatera Utara yang melimpah perlu digunakan sebaik-baiknya dan dilestarikan untuk menjaga keseimbangan alam. Setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing, memiliki hak paten atas sumber daya alam tersebut harus dilakukan untuk menghindari klaim dari pihak yang tidak diinginkan. Indikasi Geografis adalah sertifikasi yang dilindungi Undang-Undang atas produk dengan cirri yang khas dan hanya dihasilkan di wilayah geografis tertentu. Untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis pemohon harus memenuhi syarat dengan membuat uraian produk yang diajukan. Untuk kategori Kopi, pemohon harus mengurai proses pengolahan kopi, metode yang digunakan untuk menguji kualitas, faktor alam dan factor manusia yang mempengaruhi karakteristik dan kualitas kopi, batas wilayah yang tercakup Indikasi Geografis, label yang akan digunakan, serta sejarah dan tradisi terkait wilayah geografis yang diakui oleh masyarakat sekitar.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan pembinaan serta evaluasi terhadap Indikasi Geografis Kopi Arabika Simalungun.

Pertemuan Pengawalan dan Pendampingan Indikasi Geografis (IG) Kopi dilaksanakan di Kabupaten Simalungun. Pertemuan Pengawalan dan Pendampingan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Sumatera Simalungun dilaksanakan tanggal 06 Maret 2019 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tiga Ras dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Mangedar Saragih, SP  dan dihadiri  juga oleh Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara. Narasumber pada pertemuan ini berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM dan  Pemandu Lapang dari Kabupaten Simalungun dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun.

 Pertemuan Pengawalan dan Pendampingan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Simalungun di Kabupaten Simalungun dihadiri oleh  45 (empat puluh lima) orang Petani Kopi yang merupakan anggota MPIG Kabupaten Simalungun dan  5  (lima) orang petugas pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.

Pin It on Pinterest