SOSIALISASI PEREMAJAAN KELAPA SAWIT PEKEBUN DALAM KERANGKA PENDANAAN BADAN PENGELOLA DANA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ( BPDPKS)

Medan, 10-11 April 2019

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan kegiatan kebijakan pro rakyat dan juga bentuk perhatian pemerintah terhadap sub sektor perkebunan, Program ini dapat berjalan berkat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Kegiatan PSR pertama dilaksanakan di Kecamatan Dolok Masihul oleh kelompok tani Fortuna dan dilanjutkan penanaman perdana PSR yang kedua di Kecamatan Tebing Syahbandar oleh Kelompoktani Amanah,  Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program PSR yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 27 November 2017 di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam upaya untuk menjaga peran kelapa sawit secara berkesinambungan, pemerintah telah menetapkan kebijakan tentang penghimpunan dana perkebunan kelapa sawit sebagaimana dimanatkan pada pasal 93 undang-undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Sebagai langkah Implementasi telah ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan dan Peraturan Presiden (Perpres) No.61 Tahun 2015 jo Perpres No. 24 Tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Peraturan Perundangan tersebut selain menjadi landasan penetapan dan teknis pengembangan perkebunan kelapa sawit secara terencana dan tepat sasaran, juga menjadi landasan pemberian dana untuk peremajaan kelapa sawit pekebun.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Melaksanakan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit pekebun dalam rangka pendanaan badan pengelolaa ana perkebunan kelapa sawit ( BPDPKS) di Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 10 – 11 April 2019 bertempat di Hotel Arya Duta Medan. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Ir. Herawati N, M.MA. Kepala Dinas Perkebunan menyampaikan bahwa Pelaksanaan Peremajaan kelapa sawit di Provinsi sumatera utara sudah sangat mendesak untuk di replanting dimana kesiapan dari kabupaten sangat diharapkan untuk peran aktif dalam  melaksanakan peremajaan kelapa sawit pada daerahnya. Peremajaan Kelapa sawit ditujukan mengganti tanaman yang sudah tua. Dalam paparannya Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara sentral-sentral penghasil Kelapa Sawit Di sumatera Utara seperti kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Labuhan Batu, Labura, Labusel, Asahan, Batu Bara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing natal agar lebih aktif dalam melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak yang berkepentingan seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank Sumut, para pelaku usaha perkebunan maupun asosiasi Kelembagaan Petani untuk mensukseskan kegiatan PSR dimasing-masing kabupaten.

Pada acara Sosialisasi Hadir oleh Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan Iuran CPO/ Head Of CPO Dues and Levy Division Bapak DERI RIDHANIF, Sekretaris Tim Peremajaan Ditjenbun  Ibu IRMIA HANDAYANI, Korwil Kegiatan  PSR Bapak HERI PARDEDE

peserta acara sosialisasi berasal dari kabupaten daerah penghasil sawit di Sumatera Utara,  Instansi Terkait, Unsur Perbankan, Asosiasi Petani, Perusahan Perkebunan PTPN I,II,II dan IV serta Perusahaan perkebunan lainnya dari PT. Rapala, PT. Asain Agri, PT.Lonsum, PT.Sumber Tani Agung PT.Socfindo. PT.Siringo-ringo, PT Paya Pinang  serta Sumber benih kelapa sawit. Untuk Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 target peremajaan seluas 14.660 Ha yang terdiri dari Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuahanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Padang Lawas.

Pin It on Pinterest