PERTEMUAN SEKOLAH LAPANG (SL) PENINGKATAN MUTU KOPI DALAM UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING DI KABUPATEN MANDAILING NATAL

Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dilaksanakan di 2 (dua) Kabupaten yang berbeda yaitu Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing di Kabupaten Mandailing Natal dilaksanakan tanggal 09 Agustus s/d 11 Agustus 2018 bertempat di Desa Pagur Kecamatan Penyabungan Timur dibuka oleh Kepala Seksi Pembinaan Usaha Indra Gunawan Girsang, STP, M.MA dan dihadiri  juga oleh Kepala Seksi  Produksi dan Perbenihan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal dan Narasumber yang berasal dari Pusat penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan Narasumber dari Pemandu Lapang.

Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya.    Saing di Kabupaten Mandailing Natal dihadiri oleh  28 orang Petani Kopi dari sentra produksi Kopi di Kabupaten Mandailing Natal dan 2 orang Petugas Kabupaten dari Dinas yang menangani Bidang Perkebunan.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah menumbuhkan motivasi serta pengertian kepada petani tentang pentingnya peningkatan mutu hasil kopi, melalui proses belajar mengajar dengan metode partisipasi  aktif, mencari, menemukannya fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikannya diantara petani sendiri, kemudian mengambil keputusan bersama untuk menentukan tindakan selanjutnya

Narasumber yang menyampaikan materi pada pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing ini berasal dari Pusat Peneltian Kopi dan Kakao Jember – Indonesia, Dinas Pertanian dari masing-masing Kabupaten, Pemandu Lapang Kabupaten Simalungun dan Fasilitator Daerah Kabupaten Simalungun. Adapun Materi yang disampaikan pada pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) tersebut antara lain 1) Potensi Perkebunan Kopi di Daerah, 2) Teknik Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Kopi, 3) Teknik Pengujian Mutu Kopi dan SNI Biji Kopi, 4)Penguatan Kelembagaan Poktan, 5) Kewirausahaan, 6) Dinamika Kelompok, 7) Teknik Pemecahan Masalah, 8) Peluang Pemasaran Kopi, 9) Akses Permodalan Usaha Poktan Melalui Dana KUR, 10) Praktek Teknik Penanganan Pasca Panen.

Praktek dilaksanakan di tempat Kelompok Tani yang telah mendapat bantuan Alat Pasca Panen. Pada pelaksanaan Praktek tersebut petani diajarkan teknik-teknik pasca panen kopi yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu kopi yang dhasilkan.

Pin It on Pinterest