FOCUS GROUP DISCUSSION PELAKSANAAN KREDIT PROGRAM

Pada hari Rabu dan Kamis tanggal 28 – 29 Agustus 2019 bertempat di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan dilaksanakan Pertemuan Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Kredit Program yang bersumber dari Dana APBN Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Direktorat Pembiayaan Pertanian Tahun Anggaran 2019.

            Pertemuan dihadiri oleh 13 (tiga belas) kabupaten Dinas Pertanian yang membidangi perkebunan, Ketua UPPB Maju Bersama Kabupaten Serdang Bedagai, Kelompok Tani/Koperasi terpilih, Balai Besar Proteksi dan Perkebunan Tanaman Perkebunan (BBP2TP), Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara, Mitra Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara (PTPN-4, PT. Anugerah Langkat Makmur, PT. Sago Nauli, PT. ABDI BUDI MULIA) dengan narasumber dari Pihak Perbankan sebagai mitra dari BPDP-KS bank himbara (BRI, BNI dan Bank Mandiri), Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjenbun, Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP, Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI) DJPB.

            Pada pertemuan tersebut membahas tentang bagaimana kelanjutan dari petani setelah mendapatkan hibah sebesar 25 (dua puluh lima juta) rupiah dari BPDP-KS. Melalui pertemuan ini diharapkan petani dapat mengambil dana pendamping untuk kelanjutan pembiayaan kelapa sawit melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) Khusus Perkebunan sesuai dengan Permenko Nomor 8 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permenko Nomor 11 Tahun 2017 selaku ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.

                        Pada KUR Khusus diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditi perkebunan dengan jumlah plafon maksimal sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta) dengan suku bunga sebesar 7% per tahun dengan grace period selama 5 tahun.