PERTEMUAN KEGIATAN SOSIALISASI PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PERKEBUNAN

pertemuan kegiatan sosialisasi pembiayaan pembangunan perkebunan Pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2019 bertempat di Hotel Soechi Medan Jalan Cirebon No. 76 A Medan dilaksanakan Pertemuan Sosialisasi Pembiayaan Pembangunan Perkebunan yang bersumber dari Dana APBD Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2019.

           Pertemuan Sosialisasi Pembiayaan Pembangunan Perkebunan dihadiri oleh 121 orang (seratus dua puluh satu) peserta yang terdiri dari petugas Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan, petani, APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dan SAMADE (Sawit Masa Depanku) dengan narasumber dari Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai TIM Peremajaan Sawit Rakyat, APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dan Pihak Perbankan sebagai mitra dari BPDP-KS(Badan Pengelolaan Dana Perkebunan – Kelapa Sawit) yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Sumut

           Pada pertemuan tersebut membahas tentang Percepatan Pelaksanaan Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 29/KPTS/KB.120/3/2017 tentang Pedoman Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Bantuan Sarana dan Prasarana dalam Kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Setelah  mendapatkan rekomendasi teknis dari Ditjenbun untuk diserahkan ke BPDP-KSdan akan disandingkan dengan dana pendamping melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) sesuai dengan Permenko Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat pada tahun 2018 efektif sebesar 7% per tahun

            Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Ir. Herawati N M.MA menyampaikan terdapat kemudahan dalam persyaratan program PSR dimana dari 14 persyaratan menjadi 8 persyaratan. Dimana salah satu item persyaratannya adalah kepemilikan lahan tidak dalam sengketa. Selain itu untuk setiap Kabupaten/Kota terdapat tenaga pendamping untuk kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebaiknya digunakan semaksimal mungkin agar prosesnya dapat segera dilaksanakan. Terdapat juga program dari Kanwil BPN dalam penerbitan sertifikat tanah melalui program TORA. Hal ini sangat membantu petani dalam pengurusan sertifikat tanah mereka.

            Pada kesempatan ini juga melalui Lembaga APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) menyampaikan PERMENTAN/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun. Dimana dalam hal ini terdapat kebijakan untuk memberikan perlindungan dalam memperoleh harga wajar dari TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun dan menghindari persaingan tidak sehat diantara pabrik Kelapa Sawit. Dimana Lembaga APKASINDO menekankan agar penetapan harga menjadi prioritas sehingga kelapa sawit masih bisa menjadi andalan bagi para petani sawit.