BIMBINGAN TEKNIS PENGOLAHAN KOPI DI KABUPATEN SIMALUNGUN

Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan Sumatera Utara yang saat ini  banyak diminati oleh pasar internasional. Kopi Sumatera Utara dikenal oleh karena aroma serta cita rasanya yang special dengan keaneka ragaman varian yang dihasilkan oleh petani khususnya di Kabupaten Simalungun. Kopi Simalungun merupakan salah satu kopi yang pertama mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dengan nama Kopi Arabika Sumatera Simalungun. Dalam pengembangan agroindustry kopi di Kabupaten Simalungun, Dinas Perkebunan telah memberikan bantuan berupa alat pengolahan kopi kepada 4 (empat) kelompok tani serta peningkatan SDM petani kopi melalui Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal  17 s/d 18 Juli 2019 di Hotel Horison Pematang Siantar.

Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi yang dilaksanakan di Hotel Horison yang dihadiri sebanyak 80 (delapan puluh) orang peserta yang terdiri dari 4 (empat) kelompok tani penerima bantuan alat pengolahan kopi di Kabupaten Simalungun yaitu, Poktan Mardosniuhur, Poktan Maju Jaya, Poktan Riahta, Poktan Tani Maju, Kelompok tani yang belum menerima bantuan UPH, serta petugas. Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi dilakukan dengan metode penyampaian materi, diskusi dan praktek lapangan ke salah satu kelompok tani penerima bantuan UPH Pengolahan Kopi yang ada di Kabupaten Toba Samosir.

Materi yang disampaikan kepada peserta adalah antara lain: Kebijakan Pengembangan Kopi Nasional, Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan Kopi, Sukses Story Pengolahan Kopi “Organisasi Tani sebagai Kekuatan Posisi Tawar” dengan nara sumber dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran serta Ketua Kelompok Tani PODA dari Kabupaten Dairi. Melalui Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi di Kabupaten Simalungun diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada petani tentang tentang teknologi pasca panen dan pengolalahan kopi yang baik serta bagaimana mengembangkan usaha pengolahan kopi melalui penguatan kelembagaan kelompok tani