Pertemuan Penanganan Panen Dan Pasca Panen Tembakau Dalam Rangka Peningkatan Mutu Dan Daya Saing

Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia termasuk Indonesia. Tembakau dan rokok merupakan produk bernilai tinggi , sehingga bagi beberapa negara termasuk Indonesia berperan dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai salah satu sumber devisa, sumber pendapatan petani dan lapangan kerja masyarakat. Penerimaan negara melalui industri hasil tembakau diterima dengan cara menerapkan cukai terhadap Industri Hasil Tembakau yang dihasilkan setiap perusahaan. Untuk memenuhi bahan baku industri rokok perlu kesiapan teknologi dan sarana pasca panen yang cocok untuk kondisi petani agar mereka mampu menghasilkan tembakau dengan mutu seperti yang dipersyaratkan Standar Nasional Indonesia(SNI). Untuk memenuhi persyaratan diatas perlu dilakukan penanganan panen dan pasca panen tembakau rakyat secara tepat waktu, tepat cara, dan tepat jumlahnya. Perlu suatu acuan standar sebagai pegangan bagi petani  dalam menghasilkan produk yang dipersyaratkan pasar yaitu prinsip penanganan pasca panen yang baik dan benar. Dalam upaya tersebut Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara mengadakan Pertemuan Penanganan Panen dan Pasca Panen Tembakau Dalam  di Hotel LE POLONIA MEDAN. Peserta pertemuan sebanyak 250 orang petani tembakau yang berasal dari Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan,Karo,Tapanuli Utara dan Simalungun. Nara sumber berasal dari Balittas Malang, PT STTC dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.