Pertemuan Monitoring Evaluasi Pembinaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan Tahun Anggaran 2018

Pada Hari Selasa, 27 November 2018 bertempat di Aula Mandiri University Medan Jln. Kutilang No. 44 Sei Kambing Medan Sunggal dilaksanakan Pertemuan Monitoring Evaluasi Pembinaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan yang bersumber dari Dana APBN Tugas Pembantuan Satuan Kerja Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018.

Pertemuan Monitoring Evaluasi Pembinaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan Dihadiri oleh 40 (empat puluh) peserta yang terdiri dari petugas kabupaten yang membidangi perkebunan serta pelaku usaha perkebunan dengan narasumber dari Praktisi Perkebunan dan Sekretaris Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Sumatera Utara.

Pada pertemuan dimaksud membahas tentang Pelaksanaan Sertifikasi ISPO sesuai dengan Amanat Permentan Nomor   11   Tahun  2015 Tentang  Sistem  Sertifikasi  Kepala  Sawit Berkelanjutan Indonesia  (Indonesian Sustainable Palm  Oil  Certification  System  /ISPO) . Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia dimaksudkan untuk mengatur pengelolaan Sertifikasi ISPO dengan tujuan memastikan Perusahaan Perkebunaan kelapa sawit dan Usaha Pekebun kelapa sawit telah menerapkan prinsip dan kriteria ISPO secara benar dan konsisten dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan.

Adapun kendala dalam pelaksanaan ISPO di Provinsi Sumatera Utara yaitu :

  1. Legalitas dan Perijinan
  2. Managemen Perkebunan dan Ketenagakerjaan
  3. Pengelolaan Kebun
  4. Pengelolaan Pabrik
  5. K3 dan Lingkungan
  6. Infrastruktur Pendukung

Pada penutupan pertemuan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara bahwasanya ISPO memiliki arti begitu penting bagi Perusahaan Perkebunan karena bersifat mandatory dengan syarat perolehan kelas kebun sesuai dengan Permentan 07 Tahun 2009 yaitu Kelas I, II dan III. Dalam pelaksanaan proses pengajuan sertifikasi masih banyak ditemukan kendalan dan hambatan akan tetapi semua mempunyai solusi dan memerlukan waktu serta proses.