Pertemuan Kegiatan Sosialiasi Pembiayaan Kredit program Pengembangan Tanaman Perkebunan

Pada hari kamis dan jumat tanggal 29 dan 30 Nopember 2018 bertempat  di Hotel Soechi Medan Jalan Cirebon No 76 A Medan dilaksanakan pertemuan Sosialisasi pembiayaan Kredit Program Pengembangan Tanaman Perkebunan bersumber dari Dana APBD Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2018.

Pertemuan sosialisasi pembiayaan kredit program pengembangan tanaman perkebunan dihadiri oleh 162 (seratus enam puluh dua) peserta yang terdiri dari petugas kabupaten yang membidangi perkebunan, petani dan dari APKASINDO ( Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia) dengan narasumber dari BPDPKS (Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit), Direktorat Jendral Perkebunan dan BRI (Bank Rakyat  Indonesia)

Pada pertemuan tersebut membahas tentang pelaksanaan peremajaan tanaman kelapa sawit pekebun sesuai keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 29/KPTS/KB.120/3/2017 tentang pedoman peremajaan tanaman kelapa sawit pekebun.  Pengembangan sumber daya manusia dan bantuan sarana dan prasarana dalam rangka pendanaan badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit. Setelah melalui persyaratan nantinya akan mendapat hibah sebesar Rp. 25.000.000 (dua Puluh Lima Juta rupiah) dan akan ada dana pendamping melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) sesuai dengan permenko Nomor  tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.

Ada Beberapa kendala dalam program PSR ( Peremajaan Sawt Rakyat) seperti :

  1. Adanya perbedaan administrasi (nama) antar bukti kepemilikan (SHM, SKT) dengan pemilik lahan saat ini, karena sudah dijual dibawah tangan dan pemilik yang tertera di SHM atau SKT Sudah tidak diketahui alamatnya
  2. Masih dalam proses sertifikasi di BPN
  3. Mayoritas petani belum memiliki NPWP sebagai salah satu persyaratan KUR.

Diakhir pertemuan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara menyampakaikan Program Peremajaan Sawit rakyat merupakan program nasional yang sangat progresif. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan produksi tanaman kita dimana sebagian besar petani swadaya sudah bekerja di sector kelapa sawit lebih dari 10 tahun, menguasai lahan kurang dari 4 Ha, terdiri dari masyarakat local, produktivitas petani sawit rendah, hanya berkisar 2-3 Ton/Ha/Tahun. Tahun 2018 sendiri targetnya sangat besar mencapai 185 ribu Ha di 20 Provinsi.