Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2018

MEDAN, (26/11) Dengan tema Pengembangan Komoditas Unggulan Atsiri Indonesia Yang Bernilai Tambah Tinggi” yang diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 26-28  November 2018 di Grand Aston Cityhall Medan. tentunya dengan harapan bahwa akan memperoleh rumusan dan kesepakatan untuk meningkatkan Produksi, Mutu dan Daya Saing Minyak Atsiri Indonesia sehingga dapat menembus pasar domestik dan internasional dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani atsiri Indonesia.

Tahun ini kota Medan terpilih sebagai lokasi KNMA 2018 karena selain lokasinya yang strategis sebagai pusat perdagangan di pulau Sumatera, Di Sumatera Utara Komoditas Atsiri Seperti Nilam, Cengkeh, Sereh Wangi, Kemenyan, Jahe, Pala dan jenis lainnya dikelola oleh petani dan industri kecil penyulingan di berbagai kabupaten yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. dan pada beberapa tahun terakhir pengembangan komoditas atsiri di Sumatera Utara nampak kurang bergairah hal ini sejalan dengan fluktuasi harga minyak atsiri yang dihasilkan, tata niaga yang belum berpihak kepada petani dan belum berkembangnya ukm pada daerah penghasil. Pemerintah Sumatera Utara berharap komoditas Atsiri Indonesia tetap berjaya dipasar Dunia dan  Sumatera Utara akan berkontribusi bersama seluruh stakeholder untuk terus mengembangankan komoditas atsiri ini secara berkesinambungan dengan menerapkan beberapa strategi pengembangan dan peningkatan dayasaing melalui perumusan dan Implementasi  Good Agricutural Practicies (Gap) dan Good Manufacturing Practicies (GMP). Dan dalam sambutannya Kadis Perkebunan Provinsi Sumatera Utara juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk kesinambungan pembangunan komoditas  atsiri kita yang sudah dikenal sejak zaman belanda. dan pada kesempatan ini diharapkan dapat diwujudkan transfer informasi terkini mengenai agribisnis dan agroindustri minyak atsiri dan memungkinkan terjalinnya bisnis yang lebih luas.