EVALUASI DAN PEMBINAAN PENGELOLAHAN KARET

Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu daerah penghasil karet terbesar di provinsi Sumatra Utara dengan Luas +_ 11.742,10 yang terdiri dari PTPN, PBSA, PSBN dan Perkebunan Rakyat.

Permasalahan yang sering di hadapi dalam pengolahan bokar khususnya Perkebunan karet rakyat yang cukup kompleks beberapa diantaranya adalah :

  1. Kadar air bokar di biarkan tinggi bahkan sering sengaja di rendam dalam air dengan maksud menambah berat
  2. Meluasnya penggunaan bahan pembeku lateks yang tidak di rekomendasikan di kalangan petani Antara lain TSP , Tawas, Gadung, Perasan Nanas, Cuka Para
  3. Terkontaminasi bokar dengan tanah, lumpur, pasir, tatal, serat
  4. Jenis dan ukuran bokar yang beragam dari yang tipis hingga berbentuk bantal
  5. Lemahnya persatuan petani dalam usaha pengelolaan maupun pemasaran
  6. Lemahnya akses permodalan petani

Beberapa langkah yang telah di lakukan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatra Utara untuk membantu petani dalam menghasilkan bokar bersih , Antara lain pembentukan kelembagaan unit pengelolaan dan pemasaran bokar (UPPB) Peningkatan SDM petani melalui bimbingan teknis pengelolahan karet serta pemberian bantuan pasca panen dan pengelolaan karet, yang mana  pada tahun 2018 bantuan tersebut di serahkan kepada kelompok tani usaha tambun yang berasal di Desa Naga Raja kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai, tindak lanjut dari program yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumatra Utara ,bahwa poktan tersebut telah mempunyai komitmen dalam menghasilkan bokar bersih dimna bokar tidak lagi dicampur dengan kontaminan / kotoran serta penggunaan bahan pengumpal sesuai dengan yang di rekomendasikan yaitu dengan menggunakan asap cair yang di produksi oleh kelompok.

Untuk pemasaran bokar ,saat ini UPPB telah mencoba untuk masuk ke pabrik Bridgestone dengan volume saat sudah mencapai 3 Ton, tapi mereka yakin bahwa volume produksi bokar tersebut akan semakin meningkat kalau mereka dapat bekerja sama dengan PT. Bridgestone nantinya namun yang jadi permasalahan yang di hadapi saat ini bahwa keterbatasan dana yang di miliki oleh kelompok untuk membeli bahan baku dari petani lain nya sert sarana pendukung lain nya seperti white board untuk mencatat produksi karet serta harga setiap minggu serta sepeda motor roda tiga (VAR) untuk mengangkut bahan baku.

Dengan hadirnya kepala Dinas Perkebunan dan Kepala  Bidang Pengelolahan dan Pemasaran serta Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengelolahan Hasil diharapkan dapat , mengakomodir permasalahan yang di hadapi . harapan dari Kadis Provinsi Sumatra Utara, agar petani tetap memiliki komitmen dalam menghasilkan bokar bersih serta tetap menjaga kelembagaan kelompok yang telah ada serta lebih baik demi kejayaan petani karet.