Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Komoditi Kopi

Kegiatan SL-PHT  komoditi kopi ini dilaksanakan di dua Kabupaten yaitu kaupaten Tapanuli Selatan tepatnya desa Sialaman Kecamatan Sipirok dan Kabupaten Mandailing Natal desa Huta Padang dan Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan pada tiap-tiap kelompok/ Kabupaten, tujuannya untuk mengembangkan sumber daya manusia perkebunan dalam pengusahaan dan penetapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman perkebunan dan mengembangkan keterampilan para petani untuk merencanakan, mempersiapkan , melaksanakan dan mengevaluasi kegiatannya yang berkaitan dengan budidaya serta mengembangkan kemampuan dan menumbuhkan motivasi petani untuk menjadi petani mandiri yang mampu mencari, menemukan, menganalisa, mendiskusikan, memutuskan hal yang harus ditindak lanjuti sehingga menjadi manager di lahan/kebunnya sendiri. Harapannya supaya terbentuk kelompok tani Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mandiri dan kokoh serta mempunyai kesadaran yang tinggi dan mementingkan kepentingan bersama serta mampu melindungi dan memperbaiki lingkungan dari pencemaran bahan-bahan kimia beracun melalui teknologi PHT khususnya dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Terdapat 50 orang peserta yang dibagi menjadi 2 kelompok pada masing-masing Kabupaten dan 4 orang narasumber dari masing-masing Kabupaten. Kegiatan ini dipusatkan pada 2 kelompok tani dari masing-masing kabupaten, untuk Kabupaten Tapanuli Selatan peserta kegiatan terdiri dari kelompok tani Maju Bersama dan kelompok tani Sahata sedangkan pada Kabupaten Mandailing Natal peserta kegiatan terdiri dari kelompok tani Aek Jarung dan kelompok tani Maju Bersama.

Jenis bantuan yang diberikan pada kedua kabupaten bentuk dan jumlahnya sama diantaranya:

  1. Pisau sambung/pisau okulasi sebanyak 50 buah
  2. Dandang besar sebanyak 4 buah
  3. Knapsack sprayer sebanyak 50 buah
  4. Ember besar sebanyak 4 buah
  5. Triplek sebanyak 2 buah
  6. Pupuk organik sebanyak100 kg
  7. Terpal penjemur sebanyak 2 unit
  8. Jamur Beauveria bassiana sebanyak 350 kg
  9. Plat seng sebanyak 4 lembar
  10. Sarung tangan sebanyak 30 pasang
  11. Kompor gas sebanyak 4 unit
  12. Tabung gas sebanyak 4 unit
  13. Kentang sebanyak 20 kg
  14. Pupuk NPK sebanyak 250 kg
  15. Gunting pangkas sebanyak 50 buah
  16. Parang sebanyak 50 buah