Pertemuan Sekolah Lapang (Sl) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Di Kabupaten Tapanuli Selatan

Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing di Kabupaten Tapanuli Selatan dilaksanakan tanggal 27 Agustus s/d 29 Agustus  2018 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Angkola Timur  dibuka oleh Kepala BPP Angkola Timur Gong Matua dan dihadiri  juga oleh  Narasumber dari Pemandu Lapang.

Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing di Kabupaten Tapanuli Selatan dihadiri oleh  28 orang Petani Kopi dari sentra produksi Kopi di Kabupaten Tapanuli Selatan dan 2 orang Petugas Kabupaten dari Dinas yang menangani Bidang Perkebunan.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah menumbuhkan motivasi serta pengertian kepada petani tentang pentingnya peningkatan mutu hasil kopi, melalui proses belajar mengajar dengan metode partisipasi  aktif, mencari, menemukannya fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikannya diantara petani sendiri, kemudian mengambil keputusan bersama untuk menentukan tindakan selanjutnya

Narasumber yang menyampaikan materi pada pertemuan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Mutu Kopi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing ini berasal dari Pusat Peneltian Kopi dan Kakao Jember – Indonesia, Dinas Pertanian dari masing-masing Kabupaten, Pemandu Lapang Kabupaten Simalungun dan Fasilitator Daerah Kabupaten Simalungun. Adapun Materi yang disampaikan pada pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) tersebut antara lain 1) Potensi Perkebunan Kopi di Daerah, 2) Teknik Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Kopi, 3) Teknik Pengujian Mutu Kopi dan SNI Biji Kopi, 4)Penguatan Kelembagaan Poktan, 5) Kewirausahaan, 6) Dinamika Kelompok, 7) Teknik Pemecahan Masalah, 8) Peluang Pemasaran Kopi, 9) Akses Permodalan Usaha Poktan Melalui Dana KUR, 10) Praktek Teknik Penanganan Pasca Panen.

Praktek dilaksanakan di tempat Kelompok Tani yang telah mendapat bantuan Alat Pasca Panen. Pada pelaksanaan Praktek tersebut petani diajarkan teknik-teknik pasca panen kopi yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu kopi yang dhasilkan.