Pelatihan Kompetensi Petani Dalam Pembuatan Biopestisida

Kegiatan pelatihan kompetensi petani dalam pembuatan Biopestisida dalam mendukung Pertanian Organik tahun anggran 2018 adalah teknik Budidaya Pertanian yang menggunakan bahak-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia Sintetis, dan tujuan utama dari Pertanian Organik adalah menyediakan produk-produk Pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsument, seperti telah dijabarkan dalam undang-undang Republik Indonesia No 12 tahun 1986 tentang sistem budidaya tanaman dan peraturan pemerintah Republik Indonesia no 6 tahun 1995 dinyatakan secara tegas bahwa perlindungan tanaman dilaksanakan dengan menggunakan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) kegiatan ini diaksanakan bertempat Grand Kanaya Hotel jln Darussalam No 12 Medan dengan Peserta dari 21 Kabupaten al. Deli Serdang, Langkat Sergei Simalungun, Karo, Dairi, Pak-Pak Barat, Tapteng, Asahan, Labuhan Batu, Labura, Labusel, Tapsel, Tobasa, Humbahas, Batubara, Palas, Paluta, Batubara dan Madina. Jumlah peserta 100 orang pada tanggal 25 dan 26 Juli 2018.

Salah satu yang menjadi tujuan pelaksanaan PHT di tengah-tengah Masyarakat adalah dengan memberdayakan (Empowerment) petani sebagai pelaku utama dalam mengelola sistem Pertanian atau Perkebunan yang dijalankan khususnya dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat dilakukan dengan memnfaatkan potensi Pestisida nabati yang ada,  Dan juga Untuk memberikan bekal pengetahuan kepada petani tentang pembuatan Biopestisida dalam mendukung Pertanian Organik serta Untuk merubah mindset petani dalam penggunaan pestisida kimia kepada Biopestisida yang ramah lingkungan sehingga kedepannya para petani pekebun dapat mengurangi ataupun meniadakan pemakaian pestisida kimia.

Narasumber dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan.

1.Hilda Safitri Darwis,SP.MP Moderator Yenny Asmar SP…

2.Nurlida Ramli.SP Moderatornya Ir.Henry H.M. Pardede.

3.Ir. Syahnen,MS moderatornya Ir. Sabirin

Dalam Arahan dan bimbingan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara pada Pelatihan Kompetensi Petani dalam Pembuatan Biopestisida untuk mendukung pertanian Organik dan mengharapkan kepada petani peserta agar benar-benar mengikuti arahan apa yang disampaikan oleh para Narasumber, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan ke daerah masing-masing,

Pada masa ini Pembudidayaan tanaman pada masyarakat banyak menggunakan kimia, seperti pupuk kimia dan pestisida kimia secara berlebihan dengan tujuan agar hasil produksi tanaman perekbunan dapat meningkat. Namun setelah sekian lama ditemukan efek negatif dari penggunaan bahan-bahan kimia tadi diantaranya adalah

  • Pencemaran lingkungan ( tanah,air dan udara)
  • Munculnya hama dan penyakit baru
  • Gangguan pada kesehatan manusia

Untuk tahun anggaran 2018 kegiatan pelatihan kompetensi petani dalam pembuatan Biopestisida dalam mendukung pertanian organik ini dilaksanakan selama (2) dua hari dengan mengundang peserta sebanyak (100) seratus orang dari (21) dua puluh satu Kabupaten di Sumatera Utara, yang terdiri dari :

1. Kab. Deli Serdang 8. Kab. Asahan 15. Kab. Humbang Hasundutan
2. Kab. Langkat 9. Kab. Labuhan Batu 16. Kab. Mandailing Natal
3. Kab. Simalungun 10. Kab. Tapanuli Selatan 17. Kab. Batubara
4. Kab. Karo 11. Kab. Toba Samosir 18. Kab. Padang Lawas
5. Kab. Dairi 12. Kab. Pak-Pak Bharat 19. Kab. Padang Lawas Utara
6. Kab. Tapanuli Utara 13. Kab. Serdang Bedagai 20. Kab. Labuhan Batu Selatan
7. Kab. Tapanuli Tengah 14. Kab. Samosir 21. Kab. Labuhan Batu Utara

Ini nantinya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan petani dengan harapan mereka inilah nantinya yang akan menyampaikan teknologi baru yang mereka dapatkan kepada setiap anggota kelompok tani yang ada dilapangan, dengan sistem pertanian organik dapat menerapkan dan mengembangkan teknik Budidaya Organik yang berbiaya murah serta ramah lingkungan.

2-web 3-web