Breaking News

Fasilitasi Pengembangan Akses Pasar dan Temu Usaha Produk Perkebunan

Sub sektor perkebunan di Sumatera Utara mempunyai peranan yang penting dalam  pembangunan perekonomian  Sumatera Utara  maupun perekonomian Nasional. Hal ini dapat dilihat  dari kontribusi sub sector   perkebunan dalam Product  Domestok Regional  Bruto (PDRB).    Peran komoditas perkebunan  seperti kelapa sawit, kopi, karet, kakao, kelapa  telah menunjukkan  perolehan devisa, penyediaan lapangan  kerja  dan peningkatan  pendapatan masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan  ilmu teknologi  makin banyak produk  yang mempunyai nilai  tambah dapat  dihasilkan  dan peluang pasar  komoditi perkebunan  Indonesia  dipasar Internasional  semakin terbuka luas,  namun hal ini  belum dimanfaatkan  secara maksimal  oleh para pelaku usaha  produk perkebunan Indonesia.

Disisi lain saat ini mulai banyak  terjalin berbagai perjanjian perdagangan  antar Indonesia  dengan Negara  mitra  dagang baik dalam forum bilateral,  regional dan multilateral termasuk kerjasama  komoditi. Perdangangan bebas  atau Free Trade  Agreement (FTA) antara negara yang merupakan wujud  dari liberalisasi perdagangan  yang tidak  bisa dibendung  lagi oleh  suatu negara secara individual  karena dalam situasi  seperti ini  satu Negara  tidak lagi dapat  berdiri sendiri, tetapi saling tergantung  satu dengan  yang lain.

Berbagai  hasil kesepakatan hasil negosiasi dan diplomasi  di berbagai forum perdagangan  internasional belum sepenuhnya terinformasikan  kepada stakeholders   maupun instansi  teknis terkait di daerah  sentra produksi, sehingga  belum terimplementasikan dengan optimal khususnya bagi  peningkatan  ekport  produk  perkebunan.

Mengingat issu-issu yang berkembang dalam perdagangan  tersebut merupakan  bagian  penting dalam menentukan  strategi  yang tepat dalam  menyikapi  dinamika perdagangan dan meningkatkan eksport produk perkebunan, maka perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Pengembangan Akses Pasar dan Temu Usaha Produk Perkebunan yang diharapkan  dapat menjadi wadah  untuk mendiskusikan  berbagai informasi  dari forum  internasional serta permasalahan pemasaran dalam negeri.

  • Mendorong peningkatan daya saing , posisi tawar sekaligus menjaga kualitas  mutu perkebunan dan daya saing  produk perkebunan dalam menghadapi pasar global.
  • Meningkatkan Akses Pasar untuk Produk Perkebunan melalui Pemanfaatan  Informasi Perdagagan Meningkatnya akses pasar bagi  pelaku usaha / calon eksportir hasil perkebunan ke pasar-pasar tujuan eksport dengan memanfaatkan informasi forum perdagangan internasional.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2017 dengan dihadiri 40 orang peserta dari 8 Kabupaten, antara lain :

  1. Kabupaten Deli Serdang
  2. Kabupaten Serdang Bedagai
  3. Kabupaten Langkat
  4. Kabupaten Simalungun
  5. Kabupaten Karo
  6. Kabupaten Batubara
  7. Kabupaten Asahan
  8. Kabupaten Humbang Hasundutan

Narasumber:

  1. AEKI : Assosiasi Eksportir Kopi Indonesia, Materi : Potensi Pengembangan Kopi dan Ketentuan  Ekspor Kopi.
  1. GAPKINDO (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia), Materi : Dukungan GAPKINDO  Dalam Peningkatan  Pendapatan Petnai Karet  Melalui Bokar Bersih.
  1. ASKINDO (Assosiasi Kakao Indonesia), Materi : Pengembangan Ekspor Kakao