Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribinis Tembakau Virginia

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribinis Tembakau Virginia dilaksanakan di Kabupaten yaitu Kab. Karo dan Simalungun pada bulan Mei 2017 dengan dihadiri peserta dari Petani Tembakau di 2 (dua) Kabupaten Karo dan Simalungun.

Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas andalan nasional dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sumber pendapatan bagi petani dan sumber devisa bagi negara disamping mendorong berkembangnya agribisnis tembakau dan agroindustri .

Berbagai usaha telah dilaksanakan untuk pengembangan tembakau. Perbaikan teknik budidaya pada akhirnya akan membawa manfaat dalam usaha pengembangan tersebut. Teknik pembibitan yang efisien, usaha mendapatkan bahan tanam unggul melalui hibridasi, pengaturan jarak tanam, usaha perlindungan terhadap hama dan penyakit ditujukan kepada ditemukannya suatu priode penanaman dan pemeliharaan tembakau yang efisien dengan sasaran produksi maksimum

Tembakau Virginia mempunyai sosok ramping, habitus tanaman sedang sampai tinggi, daun berbentuk lonjong yang ujungnya meruncing, warna daun hijau kekuningan, daun bertangkai pendek, kedudukan daun pada batang tegak, jarak antara daun satu dengan yang lain cukup lebar sehingga kelihatan kurang rimbun, tanaman memiliki daya adaptasi yang luas terhadap tanah dan iklim. Tembakau ini banyak ditanam di dataran rendah yang panas.

Tembakau Virginia yang telah diolah menghasilkan krosok berwarna kuning keemasan hingga kuning jingga, aromanya sangat berbeda dengan jenis tembakau yang lain, memiliki kandungan gula tinggi sehingga terasa manis dan bila dirokok terasa ringan. Daun tengah Tembakau Virginia sangat baik digunakan untuk pembuatan rokok sigaret putih.

Untuk jenis tembakau Virginia ada dua kabupaten yang cukup intens mengusahakannya yaitu Kabupaten Karo dan Simalungun. Kedua kabupaten ini merupakan penghasil tembakau virginia yang bekerja sama/ bermitra dengan perusahaan rokok lokal NV. STTC. Dari data statistik perkebunan Provinsi Sumatera Utara pada Musim Tanam Tahun 2017 dapat diketahui Luas areal pertanaman tembakau di Kabupaten Karo seluas 50,60 Ha, Kabupaten Simalungun memiliki luas areal 37,80 Ha, dimana keseluruhannya disahai oleh kelompok tani/petani. Namun demikian dalam pengembangan tanaman tembakau Virginia sampai saat ini masih dijumpai berbagai kendala antara lain tingkat produktivitas yang masih rendah dan permodalan yang terbatas terutama untuk kegiatan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan, pengendalian OPT dan lain-lain.

Tujuan dari kegiatan Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribisnis Tembakau Virginia adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan motivasi petani dalam pemeliharaan tanaman tembakau Virginia.
  • Membantu petani dalam melalui bantuan sarana produksi.
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman Tembakau.

Arahan Kabid Produksi dan Pengembangan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara :

Potensi Perkebunan Tembakau di Sumatera Utara masih sangat tinggi, dimana produksi masih dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan perluasan areal tanam, produksi tembakau Sumatera Utara hingga kini masih jauh ketinggalan dengan daerah lain penghasil tembakau. Konsumen tembakau di Provinsi Sumatera Utara satu-satunya harga rokok STTC dab sebagian kecil untuk konsumsi masyarakat sedangkan kebutuhan bahan baku untukm pabrik rokok 95% didatangkan dari provinsi lain terutama Jawa Timur dan NTB serta import, Nah peluang ini perlu segera disikapi oleh stake holder terkait termasuk di dalamnya untuk menjalin kerjasama dengan konsumen lain (perusahaan rokok dari luar Provinsi Sumatera Utara).

Narasumber:

  • Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara
  • Dinas Perkebunapan Kabupaten
  • Sumatera Tobacco Sumatera Company (STTC) oleh Ir. Terulin Sembiring

Matahari:

  • Dukungan Teknologi Budidaya Tembakau Sebagai Nilai Tambah Petani Tembakau
  • Pengembangan Agribisnis Tembakau di Sumtera Utara
  • Kebijakan Pengembangan Tanaman tembakau di Sumatera Utara