Breaking News

Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribinis Tebu

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribinis Tebu di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang pada bulan Juni 2017.  Peserta dari  Petani Tebu di 2 (dua) Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.

Permintaan gula secara Nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, pendapatan masyarakat dan pertumbuhan industri pengolahan makanan dan minuman. Oleh karena itu kelangsungan perindustrian gula selayaknya patut mendapat perhatian karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan pusat kegiatan padat karya serta merupakan ladang mata pencaharian bagi petani, pekerja, pedagang, karyawan beserta seluruh anggota keluarganya. Sehingga industri gula dikategorikan sebagai perpaduan antara agrobisnis dan industri. Hal tersebut tentunya akan berdampak terhadap roda perekonomian, kesejahteraan dan kehidupan masyarakat disekitarnya.

Kelembagaan petani memiliki titik strategis (entry point) dalam menggerakkan sistem agribisnis di pedesaan. Untuk itu segala sumberdaya yang ada di pedesaan perlu diarahkan/diprioritaskan dalam rangka peningkatan profesionalisme dan posisi tawar petani (kelompoktani). Saat ini potret petani dan kelembagaan petani di Indonesia diakui masih belum sebagaimana yang diharapkan.

Keberhasilan peningkatan produktifitas gula sangat tergantung pada perilaku industri gula itu sendiri khususnya pabrik gula dan petani. Oleh karena itu perlu dikembangkan pola kerjasama antara petani dengan pabrik gula dalam bentuk / model kemitraan. Karena selain petani tebu, peranan pabrik gula juga merupakan faktor determinan dalam upaya peningkatan produktifitas, produksi dan mutu tebu untuk memenuhi kapasitas giling terpasang pabrik gula agar dapat beroperasi secara efisien dan menghasilkan gula dengan biaya produksi yang kompetitif dan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri makanan-minuman dalam negeri. Sehingga untuk manifestasi model kemitraan tersebut diaplikasikan pada peranan pabrik gula yaitu membantu petani dalam perencanaan produksi, permodalan dan pengolahan.

Dari data statistik perkebunan Provinsi Sumatera Tahun 2016 dapat diketahui Luas areal pertanaman Tebu di Provinsi Sumatera Utara seluas 486,19 Ha, di Kabupaten Langkat seluas 285,68 Ha, Kabupaten Deli Serdang memiliki luas areal 220,91, dimana keseluruhannya dikelola oleh kelompok tani yang bermitra dengan PTPN 2 dan kepemilikan lahan smurni petani.

Tujuan dari kegiatan Peningkatan Kompetensi Petani dalam Rangka Pengelolaan Agribisnis Tebu adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan motivasi petani dalam pemeliharaan tanaman Tebu.
  • Membantu petani dalam melalui Fasilitasi bantuan sarana produksi.
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman Tebu.

Narasumber:

  • Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara
  • Dinas Perkebunan Kabupaten
  • PTPN 2( Ir. Roulina Panjaitan)

Materi :

  • Pengembangan Agribisnis Tebu di Sumatera Utara
  • Petunjuk Teknis Budidaya Tebu
  • Pengembangan Abgribisnis Tebu di Kabupaten