Intensifikasi tanaman Tembakau Burley dalam rangka peningkatan produktivitas

Kegiatan Intensifikasi tanaman Tembakau Burley dalam rangka peningkatan produktivitas yang diselenggarakan di Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan Agustus 2017 dengan peserta dari Petani Tembakau di 3 (tiga) Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu Provinsi penghasil tembakau terutama dari jenis tembakau burley yang pengusahaannya bekerjasama dengan NV. STTC serta tembakau rajangan non mitra. Beberapa Kabupaten penghasil tembakau utama di Provinsi Sumatera Utara adalah Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Mandailing Natal.

Untuk jenis tembakau Burley ada tiga kabupaten yang cukup intens mengusahakannya yaitu Kabupaten Dairi, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Ketiga kabupaten ini merupakan penghasil tembakau Burley yang bekerja sama/bermitra dengan perusahaan rokok lokal NV. STTC. Dari data statistik perkebunan Provinsi Sumatera Utara Musim Tanam Tahun 2017 dapat diketahui Luas areal pertanaman tembakau di Kabupaten Dairi seluas 65,12, Kabupaten Tapanuli Utara memiliki luas areal 136,64 Ha dengan dan Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki luas areal 28,40 Ha dimana keseluruhannya dikelola oleh kelompok tani. Namun demikian dalam pengembangan tanaman tembakau burley sampai saat ini masih dijumpai berbagai kendala antara lain tingkat produktivitas yang masih rendah dan permodalan yang terbatas terutama untuk kegiatan pemelihara.

Tujuan dari kegiatan Intensifikasi tanaman Tembakau Burley dalam rangka peningkatan produktivitas adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan motivasi petani dalam pemeliharaan tanaman tembakau burley.
  • Membantu petani dalam bentuk Fasilitasi bantuan sarana produksi.
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman Tembakau.

Arahan Kabid Produksi dan Pengembangan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara :

Potensi Perkebunan Tembakau di Sumatera Utara masih sangat tinggi, dimana produksi masih dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan perluasan areal tanam, produksi tembakau Sumatera Utara hingga kini masih jauh ketinggalan dengan daerah lain penghasil tembakau. Konsumen tembakau di Provinsi Sumatera Utara satu-satunya harga rokok STTC dan sebagian kecil untuk konsumsi masyarakat sedangkan kebutuhan bahan baku untukm pabrik rokok 95% didatangkan dari Provinsi lain terutama Jawa Timur dan NTB serta import, Nah peluang ini perlu segera disikapi oleh stake holder terkait termasuk di dalamnya untuk menjalin kerjasama dengan konsumen lain (perusahaan rokok dari luar Provinsi Sumatera Utara).

Narasumber :

  • Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara ( Ir. Dimar Sinaga/Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan),
  • Dinas Perkebunan Kabupaten

Materi   :

  • Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Tembakau
  • Pengembangan Agribisnis Tembakau di Sumtera Utara