Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Kopi di Kabupaten Simalungun

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat kompleks yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT).

Tujuannya adalah untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani ke arah yang lebih baik khususnya peningkatan kemampuan  SDM petani tentang teknologi PHT.

Sasaran Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Kopi di Kabupaten Simalungun adalah Peningkatan kesadaran petani akan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam pengendalian OPT

Pelaksanaan Kegiatan di lakukan 5 kali pertemuan dengan jumlah peserta berjumlah 50 orang di bagi 2 kelompok dan narasumber 2 orang.

Dari kegiatan sosialisasi/pemberdayaan yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan yang secara garis besarnya yaitu respon dari petani dan petugas dirasakan sangat baik, dimana pada saat pelatihan berupa teori antusias petani dan petugas cukup baik dimana banyak pertanyaan yang diajukan demikian halnya dengan praktek atau pengaplikasian di lapangan sangat dirasakan aktivitas petani dan petugas untuk langsung mempraktekkan apa yang diinstruskikan nara sumber.

Petani mampu melakukan kerjasama antara petani dan antara kelompok, serta mampu menerapkan teknologi pengendalian OPT secara terpadu (PHT) di Kebunnya