Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Simalungun

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT).

Tujuan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Komoditi Karet di Kabupaten Simalungun untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani kea rah yang lebih baik khususnya peningkatan kemampuan  SDM petani tentang teknologi PHT.

Sasaran kegiatan Peningkatan kesadaran petani akan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam pengendalian OPT.

Pelaksanaan Kegiatan pelatihan di adakan 16 kali pertemuan dengan di jumlah peserta 50 orang di bagi menjadi dua kelompok, dan narasumber dua orang.

Dapat di simpulkan bahwa petani mampu melakukan kerjasama antara petani dan antara kelompok, serta mampu menerapkan teknologi pengendalian OPT secara terpadu (PHT) di Kebunnya.