Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi pada Daerah Sentra Pengembangan Kopi di Kabupaten Simalungun

Produksi kopi rakyat di Kabupaten Simalungun secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan.

Saat ini untuk mengendalikan Hama PBKo telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBKo dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga penggunaan agens pengendali hayati (APH) yang memufikasikan larva hama PBKo.

Untuk meningkatkan potensi sumberdaya perkebunan dalam hal ini SDM petani maupun sumber daya alam dan diperlukan pembekalan dan motivasi kepada petani kopi.

Membekali petani kopi melalui sosialisasi dan pemberdayaan sehingga petani kakao mengetahui manfaat atraktan dan APH untuk mengendalikan hama PBKo yang menyerang tanaman kopi yang dikelolanya.

Sasaran Kegiatan:

  • Peningkatan Kuantitas dan kualitas kopi
  • Menurunkan tingkat serangan OPT khususnya hanma PBKo sampai di bawah ambang ekonomi.
  • Meningkatkan peran petani sebagai motivator bagi petani kopi lainnya.

Pelaksanaan Kegiatan Bertempat di Nagori Sait Buttu Saribu Kecamatan Pematang Sidamanik, pada tanggal  20 April 2016 dengan dihadiri peserta berjumlah 50 orang dan nara sumber dari Petugas Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara  dan Dinas Perkebunan Kabupaten Simalungun.

Dari kegiatan sosialisasi/pemberdayaan yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan yang secara garis besarnya yaitu respon dari petani dan petugas dirasakan sangat baik, dimana pada saat pelatihan berupa teori antusias petani dan petugas cukup baik dimana banyak pertanyaan yang diajukan demikian halnya dengan praktek atau pengaplikasian di lapangan sangat dirasakan aktivitas petani dan petugas untuk langsung mempraktekkan apa yang diinstruskikan nara sumber.

Peningkatan SDM petani  untuk mengendalikan hama PBKo yang menyerang tanaman kopi yang dikelolanya dengan menggunakan atraktan dan APH Beauveria bassiana.