Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Simalungun

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Simalungun secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi olehberbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan.

Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga penggunaan agens pengendali hayati (APH) yang memufikasikan larva hama PBK.

Tujuan Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Simalungun yaitu :

  • Untuk meningkatkan potensi sumberdaya perkebunan dalam hal ini SDM petani maupun sumber daya alam dan diperlukan pembekalan dan motivasi kepada petani kakao.
  • Membekali petani kakao melalui sosialisasi dan pemberdayaan sehingga petani kakao mengetahui manfaat atraktan dan APH untuk mengendalikan hama PBK yang menyerang tanaman kakao yang dikelolanya.

Sasaran kegiatan adalah:

  • Peningkatan Kuantitas dan kualitas kakao
  • Menurunkan tingkat serangan OPT khususnya hanma PBK sampai di bawah ambang ekonomi.
  • Meningkatkan peran petani sebagai motivator bagi petani kakao lainnya.

Kegiatan di laksanakan di Pangulu Marihat Baris Kecamatan Siantar, pada tanggal  22 Juni 2016 dengan dihadiri peserta 50 orang dan nara sumber dari Petugas Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara  dan Dinas Perkebunan Kabupaten Simalungun.

Dari kegiatan sosialisasi/pemberdayaan yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan yang secara garis besarnya yaitu respon dari petani dan petugas dirasakan sangat baik, dimana pada saat pelatihan berupa teori antusias petani dan petugas cukup baik dimana banyak pertanyaan yang diajukan demikian halnya dengan praktek atau pengaplikasian di lapangan sangat dirasakan aktivitas petani dan petugas untuk langsung mempraktekkan apa yang diinstruskikan nara sumber.

Peningkatan SDM petani untuk mengendalikan hama PBK yang menyerang tanaman kakao yang dikelolanya dengan menggunakan atraktan dan APH Beauveria bassiana.