Breaking News

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Asahan

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Asahan secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan.

Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga penggunaan agens pengendali hayati (APH) yang memufikasikan larva hama PBK.

Untuk meningkatkan potensi sumberdaya perkebunan dalam hal ini SDM petani maupun sumber daya alam dan diperlukan pembekalan dan motivasi kepada petani kakao.

Membekali petani kakao melalui sosialisasi dan pemberdayaan sehingga petani kakao mengetahui manfaat atraktan dan APH untuk mengendalikan hama PBK yang menyerang tanaman kakao yang dikelolanya.

Tujuan Kegiatan

  • Peningkatan Kuantitas dan kualitas kakao
  • Menurunkan tingkat serangan OPT khususnya hanma PBK sampai di bawah ambang ekonomi.
  • Meningkatkan peran petani sebagai motivator bagi petani kakao lainnya.

Pelaksanaan kegiatan bertempat di Sei Alim Hassak Kecamatan Sei Dadap, pada tanggal  29 Juni 2016 dengan di hadiri jumlah peserta 50 orang dan narasumber dari Petugas Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara  dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Asahan.

Dari kegiatan sosialisasi/pemberdayaan yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan yang secara garis besarnya yaitu respon dari petani dan petugas dirasakan sangat baik, dimana pada saat pelatihan berupa teori antusias petani dan petugas cukup baik dimana banyak pertanyaan yang diajukan demikian halnya dengan praktek atau pengaplikasian di lapangan sangat dirasakan aktivitas petani dan petugas untuk langsung mempraktekkan apa yang diinstruskikan nara sumber.

Peningkatan SDM petani  untuk mengendalikan hama PBK yang menyerang tanaman kakao yang dikelolanya dengan menggunakan atraktan dan APH Beauveria bassiana.