Fasilitasi Pemasaran Karet 2016

Hingga saat ini komoditi karet masih memegang peranan penting dalam perkonomian nasional, mengingat perananya dalam penyerapan lapangan kerja serta penghasilan devisa dari sektor non migas. Kinerja ekspor sektor pertanian khususnya komodit perkebunan memperoreh kontribusi besar dari komoditi karet dan produk-produk karet memberikan sumbangan devisa terbesar kedua setelah minyak sawit.

Peluang ekspor karet alam kedepan masih tetap cerah bahkan Indonesia dapat menjadi negara pemasok karet utama. Masalah utama yang yang terjadi dalam pengolahan karet, adalah mutu bokar (bahan olahan karet) dengan cara mencampur bokar dengan bahan ikutan lainya yang mengakibatkan mutu slab menjadi rendah dan inefisiensi dalam proses serta trasportasi. Pencampuran ini untuk mendapatkan tambahan berat timbangan dengan cara yang tidak wajar. Kondisi mutu bokar yang buruk ini dimanfaatkan oleh pedagang perantara untuk mendapatkan keuntungan melalui tekanan harga kepada petani.

Menyikapi hal tersebut, sangatlah perlu dilakukan pendekatan kepada petani melalui pelatihan peningkatan mutu bokar sehingga nantinya mereka mengerti dan memperioritaskan peningkatan aspek mutu dalam usaha peningkatan mutu bokar, mulai dari tahap pra panen sampai dengan kegiatan pasca panen.

Kegiatan Fasilitasi Pemasaran Karet 2016 diselengarakan pada tanggal 01 s/d 02  Agustus 2016 dengan di hadiri Petugas, Kelompok Tani, Asosiasi Dan Stakholder.

Tujuan Fasilitasi Pemasaran Karet adalah meningkatnya pengetahuan petugas dan petani untuk meningkatkan kualiatas tentang mutu bokar dalam rangka pemasaran karet.

Materi yang di sampaikan Kegiatan Fasilitasi Pemasaran Karet:

  1. Peran bappebti dalam pemasaran karet rakyat Narasumber dari Badan pengawas perdagangan berjangka komoditi
  2. Kebijakan Pemasaran Karet Narasumber Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan.
  3. Peran Gapkindo dalam Meningkatkan Pemasaran Karet Narasumber dari Gapkindo Sumatera Utara
  4. Succces Stori Pelaku usah dari Jambi yaitu Gapoktan Maju Lancar tentang Penerapan Unit Pengolahan Dan Pemasaran Bokar (Uppb)