Monthly Archives: October 2016

Pertemuan Petugas, Pemandu Lapang dan Petani SL-PHT

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Tujuan Pertemuan Petugas, Pemandu Lapang dan Petani SL-PHT untuk mensinergikan tentang konsep konsep PHT serta penerapannya dalam penanganan perrlindungan ...

Read More »

Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Air Perkebunan di Wilayah Aliran Sungai Toba Asahan Bagi Petugas Kabupaten dan Perusahaan

Ketersediaan air menurut ruang dan waktu merupakan hal yang sangat fundamental dalam pengembangan usaha perkebunan, untuk itu sangat dibutuhkan perhatian Stackoholder terkait penyelesaian masalah di dalam ekosistem daerah aliran sungai sebagai satu kesatuan ekosistem dari hulu sampai hilir. Tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan Pengelolaan DAS Toba Asahan sebagai salah satu kawasan konservasi dan aliran sungai yang harus dilestarikan sesuai amanat dalam ...

Read More »

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Serdang Bedagai

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Tujuan kegiatanĀ Untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani kea rah yang lebih baik khususnya peningkatan kemampuanĀ  SDM petani tentang ...

Read More »

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Padang Lawas Utara

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Tujuan Kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Padang Lawas Utara untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan ...

Read More »

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Simalungun

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Tujuan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Komoditi Karet di Kabupaten Simalungun untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani ...

Read More »

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Karet di Kabupaten Labuhan Batu Utara

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat complex yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Tujuan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Komoditi Karet di Kabupaten Labuhan Batu Utara untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan ...

Read More »

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Komoditi Kopi di Kabupaten Simalungun

Mengingat keterbatasan kemampuan SDM petani perkebunan rakyat mengenai Organisma Pengganggu Tanaman (OPT) yang sangat kompleks yang terjadi akibat interaksi antara komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, maka cara pendekatan yang dilakukan adalah melaksanakan PHT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Tujuannya adalah untuk merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani ke arah yang lebih baik khususnya peningkatan kemampuanĀ  SDM petani ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi pada Daerah Sentra Pengembangan Kopi di Kabupaten Simalungun

Produksi kopi rakyat di Kabupaten Simalungun secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBKo telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBKo dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi pada Daerah Sentra Pengembangan Kopi di Kabupaten Karo

Produksi kopi rakyat di Kabupaten Karo secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi olehberbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBKo telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBKo dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga penggunaan ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Tap. Selatan

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Tapanuli Selatan secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi olehberbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Asahan

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Asahan secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Deli Serdang

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Deli Serdang secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi olehberbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga ...

Read More »

Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) pada Daerah Sentra Pengembangan Kakao di Kabupaten Simalungun

Produksi kakao rakyat di Kabupaten Simalungun secara kuantitas dan kualitas masih sangat rendah. Rendahnya kuantitas dan kualitas dipengaruhi olehberbagai faktor, diantaranya karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemeliharaan yang kurang seperti pemangkasan dan pempukan. Saat ini untuk mengendalikan Hama PBK telah diterapkan penggunaan atraktan yang merupakan senyawa penarik hama PBK dan hama ini akan diperangkap, disamping itu juga penggunaan ...

Read More »